Salah satu pembudidaya ikan menerima kartu premi asuransi ikan. (eko Arif s /JatimTIMES)
Salah satu pembudidaya ikan menerima kartu premi asuransi ikan. (eko Arif s /JatimTIMES)

Untuk  meningkatkan produksi perikanan bagi pembudidaya ikan yang berada di wilayah Kabupaten Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan melakukan terobosan baru dengan berbagai progam di tahun 2019. 

Menurut Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafidz, untuk meningkatkan produksi perikanan yang sudah ada supaya pembudidayaan ikan bisa secara maksimal dan efisien.

Kemudian, untuk program ke dua adalah menggiatkan penyuluhan perikanan. Salah satunya adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa konsumsi ikan merupakan suatu hal yang baik karena ikan mempunyai kandungan gizi yang bagus. Diantaranya melalui gerakan makan ikan (Gemarikan).

Nur Hafidz menambahkan , program yang ketiga yakni, optimalisasi pemasaran perikanan. Dengan meningkatkan produksi l harus diikuti dengan peningkatan konsumsi, kemudian promosi. Dari Kabupaten Kediri sendiri gencar melakukan promosi baik ikan konsumsi maupun ikan hias melalui beragam kegiatan.

"Ada sekitar 8700 pembudiya yang ada di Kabupaten Kediri dengan peningkatan sekitar 10% dari tahun 2017 hingga periode akhir 2018, di tahun 2019 akan meningkat lagi 10% kita targetkan meningkat. Kita terus mendorong untuk meningkatkan kualitas sehingga bisa mengikuti pasar ekspor terutama untuk lele itu terbuka di Timur Tengah," terangnya.

Juga untuk mengikuti apa yang diminta ekspor, terutama ikan koi dan ikan betta pelaku impor dari Taiwan telah datang ke Kediri untuk melihat potensinya. Selian itu juga importir dari Malasya, Singapura hingga China.

Lebih lanjut Nur Hafidz menjelaskan, selain itu juga ada asuransi bagi pembudidaya ikan. Hingga sampai saat ini ikan yang masih dilindungi adalah ikan air tawar, seperti ikan patin sama ikan nila, bandeng dan udang.

"Jadi ini merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan upaya untuk melindungi pembudidaya, yaitu dibantu dengan adanya premi asuransi ikan kematian sekitar 30% bisa dipremikan dan juga musibah bencana alam," tambahnya.

Masih kata Nur Haifdz, di Kabupaten Kediri kemarin alokasi 22 kartu pembudidaya sekitar 5,3 hektar telah tersebar. Yakni di wilayah Kandangan, Wates.

"Kartu premi asuransi kita usulkan 50 dan kita ajukan untuk tahun ini yang nanti akan diterimakan secara langsung, dengan uang tunai," tandasnya.