Peternak ikan Koi saat memilah ikan Koi. (ist)
Peternak ikan Koi saat memilah ikan Koi. (ist)

Peternak ikan hias binaan Pemerintah Kabupaten Kediri, khususnya di Kecamatan Plosoklaten mulai menuai hasil. Rata- rata, tiap petani ikan di Desa Pranggang dan Punjul, memiliki omset bulanan Rp 25 juta. Tahun ini, mulai mencoba mengekspor ke Malaysia.

Menurut Sariono, sejak tahun 1987 warga Desa Pranggang sudah mulai mengalihkan fungsi lahannya dari pertanian menjadi perikanan. Awalnya warga disini budidaya ikan gurameh dan masih sedikit ikan koinya. Baru sekitar tahun 1998 banyak warga yang ikut beralih ke budidaya ikan koi.

Bukan tanpa alasan mengapa mereka menggeluti sektor perikanan khususnya ikan hias, karena didukung oleh banyaknya titik sumber air disini.


"Desa Pranggang dan Punjul ada sekitar 10 titik sumber air yang dapat digunakan oleh warga mengisi kolam. Jadi warga tidak perlu kawatir masalah air," jelas Sariono.

"Sumua jenis ikan koi dijual disini, mulai jenis Ikan Koi Kohaku, Sanke, Taisho, Showa Sanshoku, Tancho dan masih banyak lagi. Harganya pun bervariasi koi untuk kontes dengan harga yang mahal, karena untuk koi kelas kontes tidak ada batasan harganya. Ukurannya adalah kesenangan dan hobby, ada koi yang dijual partai besar,” terangnya.

Pemasarannya selama ini melalui media online hingga keluar daerah seperti Tulungagung, Malang, Nganjuk, Surabaya, Sumatra, Kalimantan hingga NTT. Sedangkan untuk ekspor sudah merambah hingga ke Malaysia.

"Kami juga menjual bibit ikan koi dengan harga 50 rupiah/ekor umur 10 hari. Sedangkan ukuran 7-8 Cm 500 rupiah/ekor dan untuk ukuran 30 Cm di tempat ini kami jual 40-50 ribu rupiah. Omset perbulan bisa mencapai 24 juta rupiah itu dari kolam milik saya sendiri berjumlah 8 kolam," jelasnya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri yang telah mendukung hobby sekaligus mata pencaharian kami sebagai pembudidaya ikan hias. Dengan dukungan tersebut kami dapat menghasilkan ikan koi yang berkualitas," ucapnya.

"Jika koi yang kita bawa bisa mendapat juara pasti harganya ikut melambung dan dapat membawa nama Kabupaten Kediri di kancah internasional," terangnya

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kediri Krisna Setiawan mengatakan, kita sering menggelar event tahunan ikan koi bertujuan untuk memeperkuat brand produk ke luar daerah, diantaranya produksi petani ikan hias.

"Selain itu juga dapat memotivasi pembudidaya ikan hias untuk bersaing dan juga sebagai ajang bertukar pikiran serta pengetahuan antar pembudidaya luar daerah,"tandasnya.