Pedagang membangun bangunan semi permanen di tepi jalan sekitar jembatan Ngujang 2 (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Pedagang membangun bangunan semi permanen di tepi jalan sekitar jembatan Ngujang 2 (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



Keberadaan Jembatan Ngujang 2 yang menghubungkan Desa Bukur Kecamatan Sumber Gempol dan Desa Pucung Lor Kecamatan Ngantru menjadi magnet tersendiri bagi warga Tulungagung. 
Keadaan ini dimanfaatkan oleh puluhan pedagang kaki lima (PK5) untuk mengais rejeki di sekitar jembatan yang melintang di atas Kali Brantas itu.
Saat ini telah berdiri lebih dari 50 lapak pedagang di wilayah desa tersebut. Jumlah itu bertambah saat malam hari. Tak hanya PK5 pemilik persewaan mainan anak- anak, penjual makanan keliling seperti cilok, batagor, gorengan juga berdatangan.
Jarko, salah satu PK5 di lokasi tersebut ungkapkan kondisi ini sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. 
"Kalau malam tambah banyak lagi mas, soalnya ketambahan arena mainan anak- anak itu lo, mandibola, istana boneka, odong- odong itu banyak sekali," ujarnya.
Para PK5 itu menggelar dagangannya di sekitar jembatan lantaran belum ada aturan pasti yang mengatur keberadaan mereka, termasuk penentuan lokasi berjualan dan luas lapak yang diperolehnya. 
Namun pihak Kecamatan Sumbergempol sudah mengimbau pada PK5 untuk menjaga ketertiban, kebersihan dan siap membongkar lapaknya sewaktu-waktu diperlukan.
"Kemarin sudah dikasih tau Pak Camat, boleh mendirikan lapak asal jaga ketertiban, kebersihan dan kalau diminta dibongkar untuk kepentingan pemerintah, harus siap," tuturnya.
Untuk keperluan penerangan, beberapa warga memanfaatkan hal itu dengan menyalurkan listrik dari genset. Tiap lapak dipungut 5 ribu tiap malam selain biaya kebersihan 2 ribu setiap harinya.
"Kalau lampu kita sewa genset warga itu, semalam satu lapak untuk penerangan lampunya 5 ribu rupiah," ungkapnya.
Sementara itu menurut pedagang lainnya, Juwit. Untuk mendirikan lapak semi permanen dari batang bambu dan penutup atap, diperlukan biaya kurang lebih 500 ribu rupiah, dan bisa dikerjakan dalam beberapa hari kemudian bisa langsung ditempati.
"Ya di rumah dan di pasar sudah ada lapak buah, ini di sini nyoba nyoba mas siapa tau jodo, ini juga baru dibangun lapaknya," ucap Juwit.
Juwit menambahkan, seperti yang disampaikan pihak pemerintah, pihaknya juga siap menutup lapaknya jika nantinya lahan yang saat ini dipakai untuk kepentingan pemerintah.
Sementara itu Kabid Trantibum pada Satpol PP Tulungagung, Rusdianto mengungkapkan keberadaan PK5 di Jembatan Ngujang 2.
Pihaknya setiap hari melakukan patroli di sekitar jembatan itu. 
Untuk keperluan PK5 yang ada, pihaknya sudah mengimbau agar tidak berjualan terlalu dekat dengan jalan. 
"Jangan terlalu dekat dengan jalan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur pria ramah itu.


End of content

No more pages to load