Petugas kepolisian saat mengevakuasi jenazah korban (diselimuti), yang ditemukan meninggal dunia mendadak, Kecamatan Gondanglegi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Petugas kepolisian saat mengevakuasi jenazah korban (diselimuti), yang ditemukan meninggal dunia mendadak, Kecamatan Gondanglegi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)



Kisah dramatis terjadi di Kabupaten Malang. Seolah dalam adegan sinetron, Ngaderi warga Jalan Trunojoyo, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, meninggal dunia saat berada di pangkuan sang istri, Jumat (18/1/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES, kakek yang kesehariannya mencari nafkah dengan cara menjadi juru parkir ini, sesaat sebelum meninggal dunia sempat mengais rezeki seperti hari biasanya.

Di tengah menjaga parkiran yang ada di Pasar Sapi yang berlokasi di Desa Gondanglegi Kulon, kakek 61 tahun tersebut, tiba-tiba mengeluh merasakan sakit.

“Rasa sakit itu dirasakan korban di bagian dadanya. Selain itu, rasa nyeri yang dikeluhkan tersebut, juga dirasakan pada bagian perut yang juga terasa hingga ke punggung,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Menganggap dirinya kurang sehat, korban lantas menuju ke salah satu warung klontong yang ada di sekitar pasar.

Kepada polisi, Mustawi (pemilik warung) menuturkan, korban saat itu membeli obat herbal masuk angin. Bukannya membaik, kakek yang berusia lebih dari setengah abad ini, justru mengeluhkan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi.

Merasa ada yang tidak wajar, saksi kemudian mengabarkan kepada istri korban. Berselang beberapa saat kemudian, saat istrinya tiba ke lokasi kejadian. “Ketika istrinya datang menghampirinya, tiba-tiba korban terjatuh di pangkuan istrinya. Di saat bersamaan, korban meninggal dunia,” sambung Ainun, kepada MalangTIMES.

Pristiwa ini lantas dilaporkan ke perangkat desa yang dilanjutkan ke Polsek Gondanglegi. Mendapatkan laporan beberapa personel kepolisian serta tim medis, dikerahkan ke lokasi kejadian.

“Dari keterangan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” terang perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini.

Ainun menambahkan, diduga kuat penyebab kematian korban akibat serangan jantung. Dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan istri korban, jika selama ini kakek renta tersebut memang memiliki riwayat sakit jantung.

“Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka. Sebab pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan bersedia membuat surat pernyataan, dan menganggap jika kejadian yang menimpa suaminya merupakan musibah,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load