Petugas memadamkan api di RM Ramayana Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)
Petugas memadamkan api di RM Ramayana Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)

Steve Lukito, adik Yenny Karnadi, pemilik Rumah Makan Ramayana, yang terbakar pada Jumat (18/01/2019) hari ini mengaku mengalami kerugian materi hingga sekitar Rp 50 juta.

Dia menjelaskan, seluruh perabot rumah makan yang berada di lantai dua ludes dilalap api. Dokumen-dokumen penting dan juga beberapa perkakas masak yang berada di sana habis terbakar.

Beberapa barang yang tersisa, lanjut Steve, tinggal kursi dan meja rumah makan dan sejumlah perkakas lainnya yang berada di lantai dasar. Sebab, ketika itu, barang-barang yang berhasil diselamatkan yakni, barang-barang yang berada di lantai paling bawah.

"Ya kalau dihitung mungkin sampai lima puluh juta lah. Soalnya di atas (lantai dua) itu banyak papan yang mudah terbakar. Akhirnya kulkas, semuanya terbakar," ungkap dia, Jumat (18/01/2019).

Rumah Makan Ramayana yang berada di Jalan Merdeka Kota Blitar ini terbakar pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB. Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran.

Hingga saat ini, sejumlah petugas pemadam kebakaran (damkar) dibantu kepolisian hingga satpol PP masih terus bahu-membahu berupaya untuk memadamkan api.

"Masih belum tahu penyebabnya ya. Kami masih menunggu PMK menyelesaikan pemadaman api baru kita olah TKP. Kami juga telah berkoordinasi dengan tim labfor dari Polda Jatim untuk menentukan penyebab kebakaran ini," ujar  Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, kepada BLITARTIMES di TKP.

UPT Pemadam Kebakaran (damkar) Pemkot Blitar sendiri menurunkan hingga empat mobil damkar. Ditambah sejumlah truk tangki air milik Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Blitar, dikerahkan untuk membantu proses pemadaman api.

Pantau di lapangan, sebanyak dua ruko yang ikut terbakar, yakni ruko Rumah Makan Ramayana dan ruko disamping sisi timurnya yang posisinya berhimpitan.