Petugas dari Polres Kediri ketika melakukan olah TKP. (Foto: B. Setioko/JatimTIMES)
Petugas dari Polres Kediri ketika melakukan olah TKP. (Foto: B. Setioko/JatimTIMES)

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Puncu, Kamis (17/1) siang mendadak heboh. 

Kehebohan ini terjadi lantaran seorang pegawai honorer menemukan Kepala KUA Syahruwardi (48) meninggal di ruang balai nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Puncu.

Kapolsek Puncu AKP Yusuf mengungkapkan kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Agus Suprayitno (43) honorer KUA Puncu. 

Pada saat itu saksi yang mencari korban karena hendak mengantarkan pesanan makan siang yang dipesannya.

"Dari keyerangan saksi Agus, korban sudah meninggal dunia di ruang balai nikah sekitar pukul 13.00 WIB,” tutur AKP Yusuf.

Sebelum peristiwa tersebut terjadi, sekitar pukul 09,00 WIB Suprayitno datang ke Kantor KUA Kecamatan Puncu. 

Paginya korban masih sempat menikahkan seorang warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Puncu.

Setelah selesai menikahkan korban menunggu beberapa pegawai KUA yang sedang berkebun.

Agus bersama beberapa pegawai KUA lainnya kemudian pergi untuk mencari makan siang. 

Saat itu korban hanya memesan makanan dan tidak ikut untuk membeli makan sidang dipasar Karangdinoyo, Kecamatan Kepung. Korban menunggu dikantor seorang diri.

Setelah membeli makanan, Agus bersama pegawai lainnya kembali ke kantor. Agus mencari Syahruwardi di ruang kerjanya, namun tidak ditemukan. 

Saksi kemudian mencari korban ke ruang balai nikah karena seperti biasanya korban sering tidur di ruang balai nikah.

“Kebiasaannya korban sering tidur di balai nikah KUA Puncu. Saksi mengira saat itu korban sedang tidur,” terang AKP Yusuf.

Aguspun  membangunkan Syahruwari dan ternyata sudah meninggal dunia. 

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Puncu untuk proses hukum lebih lanjut. 

Petugas Polsek Puncu dan tim identifikasi Polres Kediri melakukan olah TKP.

“Tidak ada tanda tanda penganiayaan. Berdasarkan keterangan keluarga sudah tiga tahun korban mengalami sakit jantung dan sering kambuh,” tegas AKP Yusuf.