Kapolsek Mayangan Kompol Sirman, berada ditengah-tengah rumah yang roboh  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Kapolsek Mayangan Kompol Sirman, berada ditengah-tengah rumah yang roboh (Agus Salam/Jatim TIMES)

Hujan deras yang terjadi, Rabu (16/1) sore kemarin, membawa petaka. 

Rumah Sunyono (51) di Jalan Brighen Katamso RT 3 RW 14 Gang III Kampung Sentono, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, roboh.

Beruntung, saat atap bagian belakang runtuh, Sunyono dan istrinya tidak berada di rumah.

Pasutri tersebut membantu tetangganya yang lagi taahlilan, yang jaraknya tidak sampai 100 meter dari rumahnya. 

Sedang tiga anaknya juga todak tertimpa  reruntuhan, karena ketiganya saat kejadian tengah menonton televisi di ruang depan (ruang tamu)

Hanya peralatan dapur dan sebagian alat rumah tangga pecah dan penyok, tertimpa reruntuhan.

Akibat rumahnya tidak ditempati, Sunyono semalaman tidur di rumah tetangganya yang masih familinya. 

Tak hanya malam kejadian, mereka diperkirakan tidak tidur di rumahnya sampai rumah berkurang 5 X 10 meter tersebut selama perbaikan.

Diperkirakan, perbaikan akan selesai atau memakan waktu tiga hari.

Kamis (17/1) pagi, Suyono berterus terang, kayu penyangga atap tidak begitu rapuh. 

Atap ambrol karena kayu blandar, yang menahan beban kayu dan genteng lepas dari tumpuan, sehingga ambrol. 

Kayu usuk dan reng-reng ikut runtuh, karena kayu penahannya, runtuh. 

“Kayu blandarnya masih kuat, tidak rapuh. Mungkin pakunya lepas atau lepas dari pijakannya,” ujar Sunyono.

Ia mengaku, semalaman huja turun sedang rumahnya sudah lama tidak diperbaiki.

Dimungkinkan, karena tidak mampu menehan guyuran hujan, atap bagian belakang runtuh.

Sementara atap bagian depan tidak dan dinding rumah masih berdiri kokoh. 

Pria yang berprofesi tukang service elektro, termasuk AC ini mengatakan, hasil kerja serabutan, hanya cukup biaya kehidupan sehari-hari dan menyekolahkan tiga anaknya. Sehingga ia tidak mempu memperbaiki rumahnya.

Sunyono mengaku, tidak pernah mendapat bantuan perbaikan rumah apapun nama programnya, termasuk program rumah tidak layak huni (RTLH). 

Meski rumahnya atapnya runtuh, ia tidak berharap bantuan dari pemkot. 

Mengingat, udah diatasi Polesk Mayangan Polres Probolinggo Kota dan Kodim 0820. 

“Kami berterima kasih pada pa kapolsek dan Danramil serta Kodim. Mereka yang membantu kami,” tandasnya.

Tak hanya dana, Polsek, Polresta, Koramil dan Kodim juga membantu tenaga. Belasan anggota polsek dan polresta serta kodim ditambah warga setempat bahu membahu membenahi rumah Sunyono. 

Sementara untuk konsumsi selain bantuan dari polsek, juga dari tetangga korban secara bergantian. 

“Untung ada yang membantu kami. Meski kami dak punya biaya, rumah kami diperbaiki. Bahkan sepertinya lebih bagus,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Mayangan M Abbas dan lurah setempat, turut berada di lokasi. 

M Abbas mengatakan, pihak kelurahan dan kecamatan melalui musrembang sudah mengajukan bantuan perbaikan rumah Sunyono.

Namun, tidak terwujud karena terkendala hak kepemilikan.

“Kami sudah mengajukan. Tidak terealisasi, karena terkendala lahan. Tanah yang ditempati rumah Sunyono, milik pengairan,” katanya singkat.

Kapolesk Mayangan, Kompol Firman membenarkan, kalau dirinya yang membantu dana sebesar Rp 4 juta. 

Pihaknya membantu uang sebanyak itu, berdasarkan hitungan atau reng-rengan warga.

Jika nantinya kurang, kapolsek akan member bantuan dana lagi. 

“Itu hasil reng-rengan warga sini. Ketemu Rp4 juta perkiraan dana perbaikan. Kalau nanti masih, ya kita bantu lagi. Kami juga membantu konsumsi,” ujarnya di lokasi.

Kapolsek menyebut, tak hanya dirinya yang membantu, Koramil dan Kodim juga turut membantu, bahkan sekaligus dengan anggotanya. 

Firman juga tak ketinggalan, ia menerjunkan anggotanya untuk membantu TNI memperbaiki rumah Sunyono. 

“Kami bersama TNI dan warga sekitar membantu perbaikan. Itu sudah kewajiban kami,” pungkasnya.