Ilustrasi pemusnahan miras di Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Ilustrasi pemusnahan miras di Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Selain dikenal memiliki destinasi wisata alam yang melimpah, Kabupaten Malang sepertinya juga menjadi lahan subur bagi pelaku bisnis minuman keras (miras).

Terbukti, sepanjang tahun 2018 lalu, sedikitnya ada 3.514 botol miras yang disita polisi. Selain itu, Polres Malang juga mengamankan 80 dus miras siap edar.

Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah mengatakan, dalam kurun waktu satu tahun lalu. Polres Malang tidak hanya fokus dalam memutus rantai distribusi peredaran miras di wilayah Kabupaten Malang.

“Selain mengamankan pelaku peredaran miras, kami juga meringkus produsen miras jenis trobas,” kata Ainun kepada MalangTIMES.

Ainun menambahkan, beberapa personel khusus pemberantasan minuman syetan tersebut, menyasar produsen miras jenis trobas, hingga ke pelosok Kabupaten Malang.

Hasilnya, polisi berhasil menyita sedikitnya 36 drum miras siap jual. Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan beberapa bahan pembuat trobas. Diantaranya 16 kilogram ragi, satu karung tawas, dan beberapa kilogram gula pasir.

“Kebanyakan pelaku produsen miras memang masih memproduksi secara tradisional. Mereka (pelaku) biasanya hanya menjalankan bisnis rumahan, hasil produksinya diketahui dijual di beberapa wilayah di Kabupaten Malang dan Mojokerto, hingga berbagai lokasi di Jawa Timur,” terang Ainun.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menegaskan, dalam kurun waktu 2018, anggotanya berhasil mengungkap setidaknya 309 kasus peredaran dan pembuatan miras.

Bergeser ke tahun 2017, Polres Malang juga mengusut tuntas peredaran miras di wilayah hukumnya. Sedikitnya ada 358 kasus peredaran sekaligus pembuatan miras jenis trobas, yang berhasil digagalkan polisi.

“Dari data yang kami terima, Kecamatan Bantur, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, serta beberapa wilayah lain di Malang Selatan, masuk dalam kategori daerah rawan produsen miras ilegal,” Ujar Ujung.

 


End of content

No more pages to load