Mulan Jameela bersama Cilok Muncrat-nya (Ist)

Mulan Jameela bersama Cilok Muncrat-nya (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Kembali dunia maya digoncang oleh cilok. Sebuah makanan khas Jawa Barat (Jabar) yang berbahan utama tapioka dan dibuat bulat serupa bakso. Serta disajikan dengan tambahan bumbu pelengkap seperti sambang kacang, kecap dan saus.
Makanan rakyat ini kembali menyedot perhatian masyarakat, khususnya warganet. Setelah presiden Joko Widodo memborong cilok saat meninjau program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang digelar di Lapangan Gongseng, Ciracas, Jakarta Timur (10/01/2019) kemarin.

Orang nomor satu di Indonesia ini kembali mengingatkan warganet mengenai cilok yang sempat viral di dunia maya (dumay) beberapa tahun belakang. 
Masih ingat dengan pelajar SMK di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah (Jateng) bernama Ida Ayu Riski Susilowati (20) yang berjualan cilok demi menghidupi dirinya dan adiknya. Ida adalah salah satu penjual cilok yang tiba-tiba dikenal masyarakat luas berkat media sosial yang mengangkat kisah dan foto-fotonya saat berjualan sambil bersekolah.

Dari medsos pula, Bupati Karanganyar akhirnya mengetahui kisah Ida serta mengundangnya ke rumah dinas. Dari sana nama Ida semakin meroket sebagai penjual cilok. Bukan hanya itu saja, Bupati Karanganyar yang tersentuh dengan perjuangan Ida tersebut menghadiahi berbagai hadiah kepadanya.

Tidak berhenti di sana, penjual cilok lainnya pun ikut terdongkrak popularitasnya sampai banyak media mainstream pun meliputinya. Seperti yang dialami Toni Purwanto (37) penjual cilok dengan gerobak kecil  berpayung warna-warni yang kerap parkir di pinggir jalan raya Tajem Km 2, Maguwoharjo, Depok, Sleman. 

Sejak diketahui asal usul Toni si penjual cilok adalah polisi berpangkat Bripka, maka sontak saja banyak warga yang penasaran dibuatnya. Apalagi Toni yang berjualan cilok selepas tugas sebagai polisi, ternyata memiliki gelar pendidikan S2 dari  Mercu Buana Jakarta, jurusan Magister Manajemen.

Alasan Toni berjualan cilok karena ingin menyalurkan hobi memasak dan mencari tambahan penghasilan untuk uang jajan dan sekolah dua anaknya.

Penjual cilok lainnya yang viral di medsos adalah sosok bocah dengan rambut mohawk dicat warna kuning tembaga. Tampang penjual cilok bernama Muhammad Arifin mirip rocker atau anak punk. Sekilas mungkin orang akan malas untuk membeli ciloknya. Tapi setelah ada orang yang diam-diam merekam aksinya di medsos, banyak masyarakat membeli cilok Arifin.

Dalam unggahan tersebut, sosok sangar Arifin ternyata di sela-sela berjualannya, selalu membaca Al-Quran. Arifin juga ternyata adalah penghafal Al Qur’an jebolan pondok pesantren di Sidogiri, Pasuruan. 

Berikutnya ada Masdi (48) warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. Masdi kerap membuat orang yang baru mengenalnya kecelik. Pasalnya, penampilan Masdi yang berprofesi sebagai penjual cilok sangat berbeda jauh dengan penjual lainnya. Pakaian resmi kantoran jadi busana Masdi setiap kali menjajakan cilok dengan sepeda ontelnya. Jas, dasi, peci hitam dan sepatu pantofelnya yang mengkilap merupakan ciri Masdi saat berjualan cilok.

Tampilan nyelenehnya sebagai penjual cilok tersebut yang membuatnya terkenal. Dengan strategi briliannya tersebut, Masdi yang memiliki  stok dasi sebanyak 12 biji serta 4 stel jas dan dua pasang sepatu kulit bisa menghabiskan dagangannya setiap hari sampai 30-40 kilogram.

Terakhir, penjual cilok yang menghebohkan warganet dan memicu bully terhadapnya adalah artis cantik Mulan Jameela. Istri dari Ahmad Dhani ini memiliki bisnis kuliner cilok yang dinamakannya cilok muncrat.

Tentu saja hanya sekejap, Cilok Muncrat Mulan yang diunggah di medsos langsung membuat viral warganet. Selain pemberian nama yang rada nyerempet-nyerempet, harga cilok Mulan ini jangan disamakan dengan penjual cilok lainnya. Cilok Muncrat dibanderol dengan harga puluhan ribu rupiah. Untuk cilok seberat  400 gram dihargai Rp 69 ribu. Beratnya di atas itu tentu harganya semakin tinggi.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load