Diki Ardiansyah (tengah) saat digelandang ke Satreskrim Polres Malang, setelah kedapatan menjadi pecandu narkoba, Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

Diki Ardiansyah (tengah) saat digelandang ke Satreskrim Polres Malang, setelah kedapatan menjadi pecandu narkoba, Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)


Editor

A Yahya


Demi kepuasan pribadi, Diki Ardiansyah warga Dusun Kendayan, Desa Gondanglegi Wetan Kecamatan Gondanglegi ini, menghabiskan penghasilannya untuk bersenang-senang. Diki yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang jukir (juru parkir) itu membelanjakan penghasilannya untuk membeli sabu dibandingkan membelikan susu untuk anaknya.

Akibat perbuatannya, Diki yang sudah kecanduan barang haram tersebut harus mempertangungjawabkan perbuatannya di hadapan polisi, Jumat (11/1/2019).

KBO Satres Narkoba Polres Malang Iptu Suryadi menuturkan, kasus ini terungkap saat jajaran kepolisian Polsek Gondanglegi, melakukan patroli rutin di wilayah hukum mereka. “Semula petugas yang melakukan patroli di salah satu toko ritel di Pasar Gondanglegi, merasa curiga akan gerak-gerik pelaku. Ketika dilakukan pemeriksaan, petugas mendapatkan satu poket sabu seberat 0,3 gram,” kata Suryadi dihadapan awak media.

Selain mengamankan pelaku dan satu poket sabu, petugas juga menyita satu unit handphone milik pria 22 tahun tersebut. Dimana selama ini Diki kedapatan membeli sabu dengan cara memesan melalui ponsel pribadinya. "Tersangka kami jerat dengan pasal 112 Undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009, degan ancaman maksimal 12 tahun kurungan penjara," tegas Suryadi.

Di saat bersamaan, Diki mengaku sudah kecanduan mengonsumsi narkotika jenis sabu tersebut. Selama ini, dia membeli sabu dengan harga Rp 300 ribu. Pria yang bekerja sebagai juru parkir di Gondanglegi itu mengaku mendapatkan penghasilan Rp 100 ribu per hari. Namun, ayah yang saat ini dikaruniai satu orang anak itu, rela menghabiskan uang penghasilannya hanya untuk membeli sabu.

"Saya mengonsumsi sabu biar kuat dan tidak gampang ngantuk. Saya memperoleh sabu dari salah satu teman. Biasanya saya mengkonsumsi sabu 3 hari sekali, kadang seminggu sekali," celetuk Diki sembari digelandang polisi untuk kembali ke tahanan Polres Malang.


End of content

No more pages to load