Ilustrasi.(Foto : Sindonews)

Ilustrasi.(Foto : Sindonews)



Ditutupnya tempat karaoke di wilayah Kota Blitar sepertinya bakal berdampak menjamurnya kafé karaoke di Kabupaten Blitar. Hal ini tampak dari meningkatnya pengajuan permohonan perizinan karaoke di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu  Satu Pintu (DMPTSP) Pemkab Blitar.

Berdasarkan data yang diterima dari DMPTSP, sampai saat ini tercatat ada empat pemilik tempat hiburan yang mengurus izin. “Semuanya mendaftar melalui sistem online single sub mission (OSS),” jelas Kepala DPMPTSP Rully Wahyu.

Dikatakannya, setiap pemilik usaha termasuk tempat hiburan dan karaoke di Kabupaten Blitar diwajibkan mengurus izin pendirian usaha. Namun kini pengajuan izin lebih mudah karena menggunakan sistem OSS. 

“Kalau dulu harus datang ke kantor untuk mengisi sejumlah persyaratan. Kini pengajuan bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun,” paparnya.

Lanjut dia menyampaikan, sebelum ada yang mengajukan izin usaha tempat hiburan, terlebih dulu pihaknya bersama instansi lain, yakni Dinas Pariwisata KebudayaanbPemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar, menggelar sosialisasi pembinaan kepada belasan pemilik usaha tempat karaoke. Mereka harus mengurus izin kembali melalui OSS. “Artinya, bagi tempat hiburan yang sudah berizin tapi sudah habis, harus mengurus izin ulang melalui sistem OSS,” katanya.

Ke depan pihaknya juga akan mengecek sejumlah dokumen perizinan usaha tempat karaoke. Tujuannya untuk mengetahui berapa jumlah usaha karaoke yang sudah tidak berlaku. Semenjak izin OSS diterapkan, sampai sekarang baru sekitar empat pemilik usaha tempat karaoke yang mengurus izin melalui OSS.(*)


End of content

No more pages to load