Pasukan kuning DLH Kota Malang. (Doc MalangTIMES)

Pasukan kuning DLH Kota Malang. (Doc MalangTIMES)



Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang saat ini tengah mencari solusi terkait banyaknya aparatur sipil negara (ASN) pasukan Kuning yang  pensiun satu sampai dua tahun ke depan.

DLH Kota Malang,l melalui kepala dinasnya, Agoes Edy Poetranto, mengharapkan adanya penambahan tenaga atau personel tenaga pendukung operasional kegiatan (TPOK).

"Pasukan kuning kami banyak yang ASN. Dan sebentar lagi juga banyak yang pensiun. Nah ini bagaimana? Saya berkeinginan, yang nyapu itu nggak usah PNS, tapi tenaga TPOK saja," ucapnya.

Agoes juga berharap ada penambahan tenaga TPOK di DLH untuk mengganti pasukan kuning berstatus PNS yang akan pensiun.

Menurut mantan kasat pol PP Kota Malang ini, tenaga ASN pasukan kuning  yang akan pensiun jumlahnya sekitar 20 sampai 30 persen dari jumlah 743 lebih ASN.

"Langkah ke depan, saya berharap Pak Wali agar memperhatikan hal ini. Jika tidak, maka kita akan terganggu dalam menjaga kebersihan Kota Malang yang pernah mendapatkan penghargaan Adipura ini," ungkapnya.

Saat kunjungan  Komisi C DPRD Kota Malang, sebenarnya pihaknya sudah menyampaikan kekhawatiran terkait kekurangan personel bilamana banyak ASN pasukan kuning yang pensiun.

"Saya khawatir, jika di DLH banyak yang purnatugas, kemudian tidak segara ada persiapan pengganti, maka bidang kebersihan, penyapuan jalan, pengelolaan sampah terbengkalai, sehingga hal itu bisa menjadi masalah serius. Makanya kami berharap ada perhatian," pungkasnya. 
 

 


End of content

No more pages to load