Suasana pemberkasan CPNS di kantor BKD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Suasana pemberkasan CPNS di kantor BKD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang mulai melakukan pemberkasan terhadap calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diterima di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Namun dari 282 formasi yang dibuka pada seleksi lalu, ada 3 lowongan yang masih kosong karena sepi peminat. 

Tiga lowongan itu yakni untuk posisi dokter yang akan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang. "Hasil dari seleksi CPNS sudah keluar, sekarang masuk pemberkasan. Tapi yang diterima 279 orang. Ada tiga formasi yang tidak ada pelamarnya. Dokter spesialis, dokter bedah, dan dokter anestesi," terang Kepala BKD Kota Malang Anita Sukmawati. 

"Yang lolos seleksi, 70 persen warga Malang sedangkan 30 persennya dari luar kota," tambahnya. Seperti diketahui, Pemkot Malang membuka 282 formasi dalam seleksi CPNS 2018. Dari seluruh lowongan, paling banyak ada di sektor tenaga pendidik atau guru, yakni sebanyak 230 posisi. Lainnya berasal dari tenaga kesehatan sebanyak 39 lowongan, dan tenaga infrastruktur teknis sebanyak 6 lowongan.

Anita mengungkapkan, pemberkasan calon-calon abdi negara itu dipusatkan di kantor BKD Kota Malang, kompleks Balaikota Malang. Pemeriksaan kelengkapan administrasi dan persyaratan itu dilangsungkan tiga hari, mulai kemarin (9/10/2019) hingga besok (11/1/2019). "Dilakukan bertahap, sehari sekitar 50 peserta," tuturnya. 

Berdasarkan tahapan CPNS, para kandidat yang lolos seleksi diwajibkan untuk mengumpulkan berkas sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil ( PNS). Mulai dari daftar riwayat hidup (DRH), ijasah, keterangan bebas narkoba, surat sehat jasmani dan rohani, dan lain sebagainya. "Setelah lengkap, berkas-berkasnya dikirim ke BKN. BKN terbitkan NIK, kemudian mereka bisa bekerja," ujarnya.

Meski demikian, berdasarkan pantauan MalangTIMES ada sebagian CPNS yang belum membawa berkas lengkap. Ada yang masih belum menyertakan surat keterangan sehat maupun surat keterangan kelakuan baik. Namun, BKD memberikan perpanjangan waktu bagi CPNS yang berkasnya kurang lengkap. "Ya memang ada yang (berkasnya) kurang. Diberi waktu sampai Senin (14/11/2019) depan," tegasnya. 

Terpisah, salah satu CPNS yang lolos seleksi, Indah Susanti mengatakan datang untuk mengumpulkan beberapa berkas yang telah diwajibkan. Wanita yang dulunya menjadi guru BK di SD Percobaan 1 itu melamar untuk formasi guru. "Saya senang (bisa lolos). Nantinya akan ditempatkan di SMP Negeri 1," kata dia. 

Wanita yang dua kali mengikuti tes CPNS itu mengaku, seleksi CPNS pada tahun 2018 kemarin lebih transparan ketimbang seleksi yang diikutinya pada tahun 2010 lalu. "Transparansi nilai. 2010 tertutup, karena ujiannya pakai kertas," pungkasnya. 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load