Lalu lintas di Jalan Jakarta terpantau lancar usai penetapan rekayasa satu arah dengan Jalan Simpang Ijen, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Lalu lintas di Jalan Jakarta terpantau lancar usai penetapan rekayasa satu arah dengan Jalan Simpang Ijen, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) serius memberlakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan Jakarta, Kelurahan Penanggungan, Kota Malang. Perubahan aturan arah yang sebelumnya merupakan jalan dua arah itu dinilai efektif oleh pengendara yang melintas. 

Berdasarkan pengamatan MalangTIMES sekitar pukul 16.30 WIB hari ini (10/1/2019) lalu lintas di sepanjang Jalan Jakarta tampak lancar. "Ini jam-jam pulang kerja biasanya macet di pertigaan Wearnes, tapi nggak. Ramai tapi tetap lancar," ujar Fitriyani, salah satu pengendara roda dua yang melintas. Selama ini, kepadatan kerap terjadi di pertemuan Jalan Bogor-Jalan Jakarta atau tepat di depan Kampus Wearnes. 

Pengendara lain, M. Surya, mengaku cukup terbantu dengan adanya rambu-rambu yang dipasang terkait perubahan jalur itu. "Tadi agak bingung, tapi ada rambu-rambunya. Juga ada petugas yang ngarahkan kita," terangnya. 

Sejumlah rambu-rambu arah berwarna biru dan merah memang dipasang oleh Dishub Kota Malang untuk membantu pengendara. 

Selain itu, sejak pagi sejumlah petugas disiagakan di setiap titik-titik persimpangan. Serta ada petugas yang membantu mengatur lalu lintas di U-turn atau putar balik arah di sekitar gerbang Universitas Negeri Malang (UM). "Tapi sayangnya U-turn yang di dekat UM itu agak kurang lebar untuk mobil. Untung saja buat nyebrang ada petugas yang bantu, kan kalau satu arah gini motor-motor kencang semua," tambahnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Dishub Kota Malang memberlakukan jalur satu arah untuk Jalan Simpang Ijen dan Jalan Jakarta. Dua jalan yang berjajar dan mengapit Taman Kunang-Kunang itu sebelumnya difungsikan dua arah. Jika dari arah Jalan Ijen, pengendara kini harus melalui Jalan Simpang Ijen untuk ke arah Jalan Surabaya. 

Sementara untuk pengemudi dari arah Jalan Surabaya, Jalan Semarang, Jalan Bogor dan beberapa jalan kecil di sana diarahkan untuk ke Jalan Jakarta tembus hingga Jalan Ijen. Terdapat beberapa U-turn sehingga pengendara bisa putar balik, seperti di sekitar gedung Bakorwil Jatim. 

Kepala Dishub Kota Malang Kusnadi menjelaskan, rekayasa lalu lintas satu arah rekayasa lalu lintas ini dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan di Jalan Jakarta, Jalan Ijen, dan Jalan Surabaya. "Efeknya nanti juga mengurangi macet di Jalan Bandung, Jalan Bogor, maupun Jalan Veteran," ujarnya. 

Kusnadi menjelaskan, uji coba tersebut akan berlaku selama satu bulan. "Masih diuji coba satu bulan mulai 10 Januari hingga 10 Februari mendatang. Setiap hari ada petugas jaga mulai pukul 06.00 WIB sampai selesai, juga sekaligus mengevaluasi penerapan ini. Apa bisa mengurangi kemacetan atau tidak," tuturnya. Setelah itu, hasil kajian itu akan digunakan untuk menentukan apakah rekayasa akan dihentikan atau malah ditetapkan.

Selain itu, menurut Kusnadi rekayasa tersebut juga merupakan permintaan dari warga sekitar. Banyak yang mengeluhkan adanya parkir liar di sepanjang Jalan Simpang Ijen setiap malam. "Jalan Simpang Ijen depan Bakorwil itu selalu dibuat parkir dan PKL oleh warga yang tidak bertanggung jawab dan tidak difungsikan. Mulai hari ini difungsikan untuk satu arah," terangnya. 

Dia pun berharap kepada masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dibuat. "Harapan saya tolong kepada masyarakat Kota Malang khususnya patuhi rambu-rambu lalu lintas setelah dishub dengan jajaran samping maupun forum lalu lintas melaksanakan uji coba satu arah jalan Jakarta dan sekitarnya," pungkasnya.


End of content

No more pages to load