Kepala Dindik Kabupaten Malang M Hidayat menyampaikan pihaknya akan tingkatkan kualitas pendidikan dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital (Nana)

Kepala Dindik Kabupaten Malang M Hidayat menyampaikan pihaknya akan tingkatkan kualitas pendidikan dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital (Nana)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang, setiap tahunnya ditarget ketat terkait peningkatan kualitas pendidikan di berbagai sekolah di wilayahnya. Tak terkecuali di tahun 2019 ini.

Bahkan, Wakil Bupati (Wabup) Malang HM Sanusi, meminta kepada Kepala Dindik Kabupaten Malang untuk bisa menggerek nilai ujian di tingkat SD maupun SMP dengan nilai rata-rata 8.

Sanusi juga berjanji akan memberikan bonus puluhan juta kepada para pelajar yang berprestasi tinggi di nilai akademik.

Target tinggi tersebut, disambut dengan kerja yang telah dilakukan Dindik Kabupaten Malang yang dikomandoi oleh M Hidayat atau akrab disapa Dayat. 

Dirinya tentu akan mewujudkan target tinggi tersebut dengan berbagai upaya dan kerja cerdas yang telah dimulai sejak tahun 2018 lalu.

“Kita terus melakukan berbagai terobosan dan strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang. Ini sudah sejak tahun lalu kita mulai. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan peran teknologi berbasis digital di dunia pendidikan,” kata Dayat yang menyebutkan beberapa inovasi berbasis teknologi yang lahir dari dinasnya. 

Aplikasi Sinau Malang Kab dan e-Presensi adalah bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang.

Dayat menjelaskan, di era revolusi industri 4.0 dunia pendidikan tidak bisa berkutat dengan cara-cara konvensional. 

Apabila ingin maju dan berprestasi di masa seperti sekarang ini.

Teknologi tidak bisa dipisahkan untuk mencapai tujuan besar dalam memujudkan pendidikan yang berkualitas.

“Sinau Malang Kab misalnya, adalah platform e-learning yang disiapkan kita untuk menunjang proses pembelajaran bagi siswa. Mudahnya, ini adalah seperti lembaga bimbingan belajar online. Platform e-learning ini adalah bukti bahwa kita menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perkembangan pendidikan saat ini,” ujarnya.

Selain e-learning, Dindik Kabupaten Malang juga memahami, bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan target tinggi yang kini diembannya diperlukan para pendidik yang berdisiplin serta memiliki jiwa korsa dalam dunia pendidikan. 

Untuk menegakkan jiwa korsa pendidik tersebut, Dindik Kabupaten Malang tentunya tidak bisa menjangkau secara terus menerus ratusan pendidik yang ada di bawahnya. Maka peran teknologi pula yang bisa menjembataninya.

Maka, lahirnya e-Presensi yang ditujukan untuk menguatkan kedisiplinan dan jiwa korsa guru. Melalui e-Presensi yang terintegrasi dengan proses pembelajaran di kelas serta direncanakan untuk dipakai di tahun 2019 ini, etos kerja guru akan terpantau benar oleh Dindik Kabupaten Malang.

“Melalui e-Presensi kita akan secara objektif melihat para pendidik menjalankan tugasnya. Selain bisa jadi alat untuk pemberian tunjangan profesi pendidik (TPP). Juga sebagai ruang bagi kita semua untuk semakin tertib, disiplin, produktif dan memiliki etos kerja tinggi. Walau pun mungkin, untuk pertama kalinya ada rasa tidak nyaman,” urai Dayat.

Tidak berhenti di sana, untuk mencapai target tinggi peningkatkan kualtas pendidikan di Kabupaten Malang dengan mengoptimalkan teknologi digital. 

Dindik Kabupaten Malang juga membuat inovasi berupa Education Public Service (EPS). Yakni, sistem administrasi dan informasi berbasis IT.

EPS bisa dijadikan ruang bagi pihak sekolahan melakukan laporan sistem pembelajaran maupun untuk pelaporan lainnya. 

Misalnya, untuk melaporkan penggunaan dana BOS dan lainnya. 

Melalui aplikasi berbasis teknologi digital tersebut, berbagai informasi keadministrasian dari seluruh sekolah bisa dipantau oleh pihak Dindik Kabupaten Malang. 

Untuk EPS, Dindik Kabupaten Malang rencananya akan menerapkan secara penuh di seluruh sekolahan di tahun ini juga.

”Kita sudah sosialisasikan kepada coordinator wilayah (korwil) untuk dilanjutkan ke sekolahan,” ucap Dayat yang menegaskan ulang, untuk mencapai peningkatan kualitas pendidikan di era saat ini, tidak bisa dengan mengandalkan sistem konvensional dan lama.

“Ini juga sebagai jawaban dari kami mengenai kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0 dalam sektor pendidikan,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load