Pelajar saat menyusuri hutan di Kota Batu. (Foto: istimewa)

Pelajar saat menyusuri hutan di Kota Batu. (Foto: istimewa)



Pengembangan wisata terus dilakukan, kali ini ada yang berbeda yakni Wisata Edukasi Bencana (WEB) di Kota Batu. WEB ini dikembangkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu.

Beragam pilihan edukasi akan diberikan kepada masyarakat. Masyarakat akan diberikan edukasi menyusuri hutan dan sungai. “Wisata edukasi bencana ini kami berikan dengan menyusuri hutan dan sungai ini khusus untuk kategori seperti mahasiswa,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Achmad Choirur Rochim.

Saat menyusuri hutan dan sungai jalur yang dipilih itu merupakan jalur ringan. Misalnya untuk menyusuri hutan di Dusun Kungkuk melewati Lereng Panderman. Kemudian menyusuri Lereng Gunung Panderman dan Gunung Banyak.

“Kota Batu ini sudah banyak alam yang bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Kita punya banyak pilihan area hutan,” imbuhnya, Senin (7/1/2019).

Ketika menyusuri hutan itu lanjut Rochim, para peserta akan diberikan materi terkait dengan bencana yang sering menimpa hutan. Yakni kebakaran hutan mulai dari alat yang digunakan untuk mengatasi kebakaran hutan. 

“Susur hutan ini sambil cerita, mulai dari merawat hutan, kalau terjadi kebakaran apa yang dilakukan apa alatnya, jadi berwisata mengenalkan hutan Kota Batu sambil belajar,” tambah Rochim.

Kemudian untuk menyusuri sungai, rute yang digunakan itu sungai perbatasan Desa Sumber Brantas-Desa Tulungrejo dan menyusuri jalur sungai brantas. Di sana para peserta akan diajak rafting mengenali jalir sungai Brantas sambil memberikan edukasi penanganan bencana di sungai.

“Di sini kita akan berikan edukasi penangan bencana dan penyelamatan. Kita juga akan melakukan bersih-bersih bareng,” jelasnya saat ditemui di posko BPBD Kota Batu.

Meskipun baru dibuka, ternyata sudah banyak peserta yang tertarik. Sejauh ini seperti dari Malang Raya, Sidoarjo, dan Surabaya sudah menjajal WEB. 

Menurutnya sleuruh edukasi mulai dari pra hingga pasca bencana seluruhnya diberikan dari tim BPBD Kota Batu. Itu dilakukan untuk mempercepat mengedukasi masyarakat. Agar bisa memiliki skill untuk penolongan pertama saat terjadi bencana. 

“Kenapa kita buat WEB? Pertama bagaimana mempercepat mengedukasi masyarakat, sebenarnya lebih pada startegi pelatihan formal jadi kita lakukan beragam inovasi supaya masyarakat tertarik dengan edukasi bencana,” ujar bapak satu anak ini.

Ia pun berharap dengan  dikemasnya wisata edukasi agar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dan mengurangi angka kecelakaan atau bencana disekitarnya. “Harapannya dengan adanya WEB ini supaya masyakat

 


End of content

No more pages to load