Suasana di Taman Contong Kepanjen, Minggu (06/01) saat acara musik kenangan mengalun.(Nana)

Suasana di Taman Contong Kepanjen, Minggu (06/01) saat acara musik kenangan mengalun.(Nana)



Tembang-tembang lawas tahun 1960 sampai 1980-an yang mengingatkan era masa lalu berkemundang di Taman Contong, Kepanjen. Dari Arti Kehidupan Mus Mujiono, Sepanjang Jalan Kenangan Tetty Kadi, Senja di Batas Kota Ernie Johan, sampai beberapa lagu Koes Plus.

Alunan lagu-lagu lawas di Taman Contong yang kini bermetamorfosis sebagai ruang relaksasi yang nyaman dan aman di tengah Kota Kepanjen membuat para ibu usia 50 sampai 60 tahun berkumpul di taman yang terletak dekat Stasiun Kepanjen dan Pasar Besar Kepanjen itu. Sebagian remaja tanggung dan anak-anak pun semakin memeriahkan suasana taman yang diisi aneka replikasi hewan purba tersebut.

Taman Contong yang dulu terlihat kumuh dan tidak terpelihara kini menjelma jadi ruang bermain anak serta masyarakat yang ingin bernostalgia ke masa lalu. "Ini baru asyik. Kami ibu-ibu setelah capek belanja di pasar bisa nyantai di sini dan menikmati lagu-lagu lama ini. Itung-itung mengenang masa remaja dulu," kata Djulianti (53), warga Kepanjen, kepada MalangTIMES, Minggu (06/01/2019).

Senada dengan Djulianti,  Sumiyati (50) mengatakan Taman Contong kini bisa dirasakan manfaatnya dibandingkan  beberapa tahun lalu. Dia yang datang bersama cucunya yang asyik bermain di area taman menyatakan, kini Kepanjen memiliki taman ramah anak dan lansia sepertinya.

"Sambil santai dengerin lagu nostalgia zaman saya remaja. Juga bisa mengasuh cucu saya. Coba taman lain dibuat begini, bagus sekali," ujar Sumiyati yang terlihat menikmati setiap lagu yang dinyanyikan oleh warga, Komunitas Nabuh Bareng-Bareng (Nababa) Band, dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sumedang Bersatu.

Kapolsek Kepanjen Kompol Bindriyo saat didaulat menyanyikan lagu kenangan (Nana)

Bukan hanya para ibu yang menikmati lagu-lagu lawas tersebut. Kapolsek Kepanjen Kompol Bindriyo yang sedang patroli bersama anggotanya pun didaulat untuk ikut bernyanyi. Maka, mengalunlah dua lagu lawas dari Kompol Bindriyo yang semakin membuat para pengunjung Taman Contong betah duduk melepas penat dan melepaskan ingatan ke masa lalu.

Bindriyo selepas dua lagu menyampaikan pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan rutin di Taman Contong yang merupakan wilayahnya tersebut. Bagi dirinya, acara musik tersebut akan semakin membuat taman kota semakin hidup.

"Ini sangat baik dan kami dukung. Warga bisa berkumpul bersilaturahmi di taman kota sambil mendengarkan alunan lagu. Saya harap ini bisa terus berjalan setiap pekan di sini," ujarnya mengapresiasi langkah warga menghidupkan Taman Contong.

Selain memberikan hiburan gratis, kegiatan tersebut juga bisa jadi ajang meminimalisasi kegiatan-kegiatan tidak produktif dan mengarah pada hal yang negatif. "Jadi, ini sekali lagi saya dukung penuh. Semoga ke depan kita juga bisa buat acara-acara di taman-taman yang ada di Kepanjen ini," imbuh Bindriyo.

Acara musik di Taman Contong, menurut komunitas Nababa, sebagai wujud dari harapan mereka sejak mulai melakukan revitalisasi taman bersama KSM Sumedang Bersatu. Yakni, menjadikan Taman Contong sebagai ruang berkreasi dan berkesenian masyarakat.

Budi Santoso, ketua Nababa, sempat menyampaikan harapannya tersebut saat kegiatan tasyakuran Taman Contong. "Acara ini adalah bagian menuju ke sana. Kita gelar acara musik setiap pekan sekali di sini. Siapa pun bisa mengisi acara di sini," ucapnya. (*)


End of content

No more pages to load