Zainal Arifin (tengah) tersangka sekaligus dalang pencurian sepeda motor saat digelandang ke Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Zainal Arifin (tengah) tersangka sekaligus dalang pencurian sepeda motor saat digelandang ke Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Pengawasan orang tua terhadap sang buah hati, kembali mendapatkan teguran. Jika teledor, bisa saja putra putri kita, bakal menjadi penghuni penjara. Seperti yang meninpa SLM (inisial).

Meski masih remaja, namun pria asli Lumajang ini, sudah mahir mencuri. Tidak main-main, dua unit sepeda motor digasak sekaligus oleh pelaku, bersama dua orang temannya.

Dari pendalaman MalangTIMES, SLM selama ini memang akrab dengan dunia hitam. Selain sering pesta miras, remaja yang berusia sekitar 16 tahun itu, juga sudah mengkonsumsi sabu-sabu.

Sederet kebiasaan buruk yang dilakukan SLM, membuat dirinya mengenal Zainal Arifin warga Kecamatan Ronojiwo, Lumajang. “Selama ini, SLM bertugas mengawasi dan mengantar kami ke lokasi pencurian sepeda motor. Sedangkan saya dan satu orang lainnya bertugas sebagai eksekutor,” kata Zainal saat ditemui MalangTIMES.

Aksi pencurian komplotan yang digawangi SLM, Zainal, dan Rosikin warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi ini, terakhir kali beraksi sekitar bulan Desember 2018 lalu.

Ketiganya melancarkan aksi pencurian di dua lokasi yang berbeda, yakni di halaman parkir Stadion Kanjuruhan, dan Desa Dilem. “Selama ini kami menggunakan kunci letter T untuk mencuri sepeda motor,” kata pria yang berusia 26 tahun ini.

Dua unit motor hasil curian tersebut, lantas dicopot plat nomornya. Setelah itu, dijual ke daerah Kecamatan Ampelgading. “Biasanya motor hasil curian laku sekitar Rp 900 ribu hingga Rp 2 juta,” imbuh pria yang kesehariannya bekerja sebagai kernet truk tersebut.

Sementara itu, Kanit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Akbar Haris menuturkan, ketiganya berhasil diamankan pada Minggu (30/12/2018) lalu. “Ketiga pelaku kami amankan saat melakukan pesta miras di rumah Rosikin yang beralamat di Kecamatan Gondanglegi,” kata Afrizal.

Dari pendalaman penyidik, dalang di balik komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini, digawangi oleh Zainal. “Tersangka atas nama Zainal ini memang sudah dua kali masuk penjara, dia seorang residivis kasus yang sama. Saat di penjara, dia belajar cara membobol kontak sepeda motor menggunakan kunci letter T, saat ditahan di Lapas Lowokwaru,” sambung Afrizal.

Selain tiga orang tersangka, polisi juga menyita satu unit sepeda motor Beat dan satu unit sepeda motor Mio sebagai barang bukti. “Kasus ini masih kami dalami, disinyalir ketiga pelaku juga memiliki jaringan peredaran sabu. Dari hasil tes pengguna narkoba, ketiganya positif mengonsumsi sabu-sabu,” terang Afrizal.

“Kami juga berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, sebab satu pelaku masih berusia di bawah umur. Namun ketiganya sudah kami lakukan penahanan, sesuai pasal 363 KUHP tentang pencurian, ancamannya tujuh tahun penjara,” tutup Afrizal.