Ilustrasi ojek online (foto: pemerintahan.id)
Ilustrasi ojek online (foto: pemerintahan.id)

Selama ini, mayoritas pengguna ojek di Kota Malang adalah para mahasiswa. 

Lantaran sudah memasuki liburan semester di beberapa perguruan tinggi di Malang sejak pertengahan bulan Desember, order yang diterima para ojol (ojek online) pun menjadi berkurang. 

Salah satu ojol Gojek mengaku harus pulang lebih malam untuk menutup poin.

"Kalau anak kuliah libur, ordernya berkurang karena pengguna gojek di Malang itu mayoritas mahasiswa. Jadi jam menutup poin kita itu agak malaman. Jadi butuh waktu yang lama untuk menunggu tutup poin," papar salah satu ojol Gojek Lazuardi Noorca Rachmadi kepada MalangTIMES.

Pria yang akrab disapa Lazu ini menyatakan bahwa biasanya, poin sudah mencapai target pada pukul 15.30 apabila dia berangkat sekitar pukul 08.00. 

Karena mahasiswa liburan semester, ia mengaku sekitar maghrib atau isya baru target poin akan tercapai.

"Kalau hari efektif, semua masuk, ashar itu sudah bisa menutup poin dan sudah bisa pulang. Tapi kalau sekarang agak malaman baru bisa nutup poin. Biasanya maghrib baru bisa pulang. Kalau benar-benar sepi jam 7-an baru bisa pulang," ungkapnya.

Untuk diketahui, poin yang harus dipenuhi di Gojek adalah 20. 1 poin untuk sekali go-ride dan 1,5 untuk go-food.

Nasib yang sama juga dialami ojol yang lain.

Menurut salah satu ojol Grab Arwinsyah Hadinata, memasuki pertengahan Desember, yang mana mahasiswa sudah libur, target poin yang ditetapkan perusahaan selalu tidak tercukupi.

"Sekarang jarang capai target karena mahasiswa pada libur," ujar Arwinsyah.

Berbeda dengan Gojek, target poin minimal yang ditetapkan Grab di Malang ialah sebanyak 220 poin (khusus motor). 220 poin itu minimal 22 kali angkut penumpang.

"Satu kali angkut itu poinnya 10. Karena sekarang (libur) kayak gini ya sulit. Kalau bisa 15 gitu, sudah alhamdulilah" ungkapnya.