Warga menjemur kasus yang sempat terendam air selama banjir (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Warga menjemur kasus yang sempat terendam air selama banjir (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Dampak banjir yang dirasakan warga dusun Wungurejo desa Sidorejo Kecamatan Rowokangkung sampai sekarang masih terasa. Ketika media ini, pada hari Kamis (27/12) mengunjungi dusun ini, warga mulai sibuk mengeringkan sejumlah barangnya di halaman rumah, karena sebelumnya terendam air.

Tak hanya kasur dan kursi yang terendam, sebagian diantaranya juga buku-buku sekolah, bahkan ada yang harus mengeringkan Ijazah anaknya, karena ikut terendam air selama dua hari.

“Ini kursi sudah tidak mendapatkan tempat untuk diselematkan waktu itu, jadi kita biarkan berada dalam genangan air. Karena saya sendiri mengungsi ke kantor desa mas,” kata salah seorang warga dusun Wungurejo yang menyebut ketinggian air sampai 1 meter saat banjir berlangsung.

Sementara untuk buku-buku sebenarnya sudah diselamatkan dengan cara menempatkan ditempat yang lebih tinggi didalam rumah, namun ternyata diluar dugaan mereka, permukaan air terus semakin tinggi, sehingga buku dan ijazahpun ikut terendam air.

“Sebentar lagi masuk sekolah pak, buku-buku ini harus digunakan lagi oleh anak-anak, makanya saya kering. Semoga hari ini tidak hujan mas,” kata warga lainnya.

Yang terlihat disepanjang jalan yang tampak adalah warga menjemur kasur, bantal dan kursi sampai pakaian yang saat genangan air berlangsung tak bisa diselamatkan warga.

Pada sebagian besar wilayah terdampak banjir selama dua beberapa hari lalu, pada hari ini hampir seluruhnya sudah surut 100 persen. Termasuk disejumlah areal pertanian, genangan air tidak tampak lagi. Sapi dan kambing yang sebelumnya diungsikan, sudah dikembalikan ke kandang masing-masing.