Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan saat mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan saat mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela.



Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela, Senin (24/12). Dia terlihat didampingi beberapa pejabat utama polrestabes serta diterima pengurus gereja.

Gereja Santa Maria Tak Bercela pada 13 Mei lalu adalah gereja pertama yang mendapatkan serangan bom. Kemudian menyusul dua gereja lainnya juga yang masih berada di Kota Surabaya.

Di sana Rudi, selain melakukan sidak terhadap pos pengamanan, juga sampai masuk ke dalam area gereja. Dia juga kemudian melakukan komunikasi singkat dengan para pengurus gereja agar tidak takut dengan ancaman bom.

"Kami ada di sini untuk memulihkan rasa trauma kepada saudara kita yang akan melakukan ibadah Natal. Termasuk nanti saat malam misa Natal, saya akan kembali hadir ke sini untuk memberikan rasa nyaman," ujarnya.

Pada Natal kali ini, polrestabes akan memberikan pengamanan maksimal kepada jemaat gereja. Termasuk juga melakukan strategi pengamanan dengan memberikan batasan du pintu masuk agar sebisa-bisanya mengurangi ancaman.

"Pemeriksaan kami lakukan lebih jauh lagi. Dulu motor bisa langsung masuk ke sini dan sampai tengah," bebernya.

Saat ini hal itu tidak boleh terjadi lagi. Sepeda motor  wajib diparkir di area luar gereja. "Di tempat khusus yang sudah disediakan pihak gereja," lanjut kapolrestabes.

Selain soal strategi pengamanan tersebut, Rudi juga mengaku terus aktif melakukan komunikasi. Termasuk juga melakukan deteksi dini terhadap ancaman. "Sejauh ini belum ada ancaman," tegas perwira dengan pangkat tiga melati ini.

Di Surabaya, menurut kapolrestabes, jumlah gereja ada sekitar 350 buah dengan berbagai kapasitas jemaat. Ada yang besar, sedang dan kecil.

Untuk masing-masing gereja, dipastikan ada satu polisi yang bertugas. Polisi tersebut dibantu pihak TNI dan juga masyarakat. "Sehingga saya pastikan masih ramai. Di sini polisi sebagai motor utamanya," imbuh Rudi. (*)


End of content

No more pages to load