Rica-rica mentok yang disuguhkan dengan daun pepaya di Warung Family Pasar Karangploso, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Rica-rica mentok yang disuguhkan dengan daun pepaya di Warung Family Pasar Karangploso, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



Bagi pecinta kuliner pedas, ketika berada di daerah Karangploso, Kabupaten Malang, tidak lengkap jika tidak mampir ke Warung Family. Warung tersebut  memiliki menu spesial rica-rica mentok rasa pedas.

Rica-rica mentok merupakan menu paling dicari pembeli Warung Family karena rasa khasnya yang pedas. Rasa pedas ini dapat menghangatkan tubuh karena tidak hanya tercipta dari pedas cabai, namun juga rempah-rempah lainnya seperti jahe, bawang merah, lengkuas, kunyit, merica, dan ketumbar.  

Saat di mulut, selain pedas, daging mentok terasa empuk. Tidak hanya sekadar rica-rica mentok. Dalam satu porsi,  juga disajikan tumisan daun pepaya untuk menghalau rasa pedas. 

Pemilih warung Family Katiyah mengatakan, dalam sehari dia bisa memasak hingga 20 kilogram mentok. “Sehari kurang lebih 20 kilogram. Tapi saya beli mentok ini 50 kilogram untuk tiga hari. Belinya di Tumpang (Kabupaten Malang),” ujar Bu Kat, sapaan akrabnya. 

Meski Warung Family sudah buka sejak  1997, menu rica-rica mentok ini baru muncul pada 2000. Menu sebelumnya yang disajikan antara lain nasi campur, nasi pecel, rawon, soto, lalapan, dan sop. 

Munculnya menu rica-rica mentok ini berawal ketika sang anak, Alfan Yunianto, sering bereksperimen menu-menu masakan dengan teman-temannya. Suatu hari, mereka masak rica-rica mentok, lalu dibawa pulang ke rumah. 

“Lalu anak saya bilang untuk coba memasak rica-rica seperti itu. Akhirnya membuat rica-rica yang sama dengan sedikit modifikasi, dibuat bumbunya yang lebih terasa. Lalu karena setiap orang yang mencicipi menyukai resep tersebut, maka ditambahlah satu menu baru di Warung Family,” ungkap perempuan 60 tahun ini.

Dan kini menu tersebut justru menjadi masakan spesial di Warung Family. Yang juga spesial adalah  lalapan daun pepaya. Jika biasanya daun pepaya memiliki rasa pahit,  daun pepaya yang disajikan bersama rica-rica mentok ini tidak demikian. Rasa pahit hilang  karena daun pepaya ini direbus menggunakan tanah liat.

“Awalnya kami tidak memakai hidangan pelengkap (lalapan daun pepaya). Lalu banyak pembeli yang minta untuk diberi hidangan pelengkap dari daun pepaya. Dan hingga sekarang, kami sajikan seperti ini. Alhamdulillah semua menyukai karena daun pepaya ini tidak pahit,” imbuh Katiyah. 

Memasak mentok ini membutuhkan waktu selama 30 hingga 60 menit. Durasi waktu dimasak dilihat dari usia mentok. 

Yang penasaran ingin mencicipi kuliner ini bisa berkunjung setiap hari pukul  07.00-15.30. Uniknya, warung ini dalam setiap awal bulan tutup selama dua hari.  (*)

 


End of content

No more pages to load