Asisten Deputi bidang pemasaran BPJS-TK Wilayah Jawa Timur Dodit Isdiyono (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Asisten Deputi bidang pemasaran BPJS-TK Wilayah Jawa Timur Dodit Isdiyono (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

Badan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan BPJS-TK) tidak hanya melindungi pekerja di dalam negeri saja. Ternyata, BPJS-TK juga melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Untuk diketahui, pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja migran telah diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017, tentang Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia.

"Sejak 1 Agustus 2017, BPJS Ketenagakerjaan mendapat amanah untuk memberi perlindungan kepada PMI," ‎ujar Asisten Deputi bidang pemasaran BPJS-TK Wilayah Jawa Timur Dodit Isdiyono saat ditemui di Ma Chung belum lama ini.

Menurutnya, para pekerja Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, saat ini telah mendapatkan kesetaraan perlindungan.

Untuk diketahui, jaminan sosial ini diberikan lima bulan sebelum PMI bekerja di luar negeri. Jaminan ini diberikan pada PMI saat bekerja hingga setelah kembali di Indonesia.

"Seluruh pekerja migran yang berangkat sejak Agustus 17 secara prosedural sudah bisa kami pastikan hak perlindungannya. PRnya saat ini menjangkau pekerja migran yang sudah di luar negeri,” tandasnya.

Dari data BPJS-TK, jumlah peserta jaminan sosial mencapai 398.326 pekerja migran, yang terdiri atas 144.837 calon PMI yang sedang melakukan pelatihan dan persiapan kerja dan 253.489 PMI yang telah bekerja di luar negeri.