Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi



Bus memang menjadi salah satu transportasi umum yang banyak digemari oleh masyarakat.

Dengan trayek yang melayani perjalanan antar kota bahkan antar provinsi, beberapa Perusahaan Otobus (PO) terus berinovasi untuk merebut hati konsumen dan memenangkan persaingan.

Dari sekian banyaknya PO, ternyata ada banyak yang usianya cukup melegenda, dan masih eksis hingga sekarang.

Total, ada lebih dari 20 PO yang ada sejak tahun 70 an dan masih melayani sampai sekarang.

Sebut saja Lorena, Eka, Kurnia, Anugerah, Akas, Nusantara, Rasa Sayang, Rosalia Indah, Medali Mas, Sumber Kencono, hingga Sinar Jaya yang masih melayani berbagai rute hingga sekarang.

Kali ini, MalangTIMES akan membahas beberapa PO Bus legendaris yang banyak dikenal sampai sekarang. 

Berikut sejarah singkat 8 PO bus legendari yang melayani berbagai rute di Indonesia yang nasih eksis hingga sekarang.

1. PO Lorena

Bus Lorena awal mula didirikan pada tahun 1970 dengan trayek Bogor - Jakarta (pulang dan pergi).

Pada 1984, PO ini muai melambungkan sayapnya dengan membuat trayek yang lebih jauh yaitu Jakarta - Surabaya serta tujuan ke luar pulau seperti Madura, Bali dan Denpasar. 

Sampai sekarang, bus yang memiliki beberapa layanan kelas ini sudah memiliki banyak rute. 

Seperti Jakarta - Padang, Jakarta - Malang, hingga Jakarta - Probolinggo.

2. PO Akas

Akas juga menjadi salah satu bus yang banyak dikenal pecinta transportasi massal hingga sekarang. Bus ini didirikan pada 23 Maret 1956 oleh H Karman Amat. 

Beberapa rute yang dilayani bus ini di antaranya Banyuwangi - Probolinggo, Banyuwangi - Semarang, Banyuwangi - Madura, Surabaya - Denpasar, Malang - Denpasar dan Probolinggo - Semarang. Saat ini, Akas lebih banyak melayani keperluan pariwisata.

3. PO Raya

Armada PO Raya didirikan tahun 1982 oleh Tikno. Pada krisis ekonomi tahun 1998, perusahaan bus ini sempat mengalami masalah. 

Bus Raya melayani rute Jakarta, Bogor dan Tangerang menuju sejumlah kota di Jawa Tengah.

4. PO Eka/Mira

Sebelumnya, Eka/Mira dikenal dengan nama PO Florea yang didirikan pada 1970 an. 

Ketika Flores berhenti beroperasi karena berbagai masalah yang dihadapi, maka muncul nama Eka/Mira untuk melayani trayek Surabaya - Solo.

Kemudian di7saat yang sama juga didirikan ITA untuk melayani trayek Surabya menuju Ponorogo. 

Mulai saat itu Eka Mira menuai kejayaan dan menyisihkan Sumber Kencono yg berada pada jalur trayek yang sama.

Tahun 90-an ITA tersisihkan oleh Restu. 

Tahun 2004 hongga 2011 Mira Eka bersaing ketat dengan Sumber Kencono dan sempat tersisih namun persaingan sengit kembali tejadi di tahun 2012 sampai dengan sekarang.

Akibat Sumber Kencono sering mengalami kecelakaan hebat, dan merubah mindset masyarakat.

Kemudian pada 2012 hingga 2013 Armada Sumber Group berkurang drastis. 

Sementara armada Mira Eka semakin bertambah banyak menjadikan Mira Eka sebagai bis paling laris manis kembali. 

Namun kutukan sebagai bis dengan armada terbanyak dan berkecepatan tinggi adalah kesan ugal-ugalan para sopir.

5. PO Sumber Kencono

Po Sumber Kencono Didirikan oleh Setyaki Sasongko yang berpendidikan Lulusan Teknik Mesin dan pernah bersekolah di Jerman pada 1981. 

Pada mulanya, PO ini memiliki enam bus dan kini sudah berkembang pesat dengan melayani beberapa rute. 

Di antaranya Surabaya - Solo -Semarang, Surabaya - Solo - Yogyakarta, dan Surabaya - Solo - Wonogiri. 

Sementara Sumber Kencono sendiri memiliki arti sumber penghasilan.

6. PO Medali Mas

PO ini masih sangat banyak dikenal hingga sekarang. 

PO Medali Mas ini didirikan Soebagio Tjahjono pada tahun 1971 di Malang, Jawa Timur.

Di awal perintisannya, PO yang satu ini mengandalkan sebuah Mitsubishi Colt T 100 dengan melayani rute Malang – Surabaya.

Kemudian pada tahun 1975, melakukan penambahan armada sebanyak 8 unit Mitsubishi Colt T 100. 

Di tahun yang sama pula (akhir 1975), PO ini memiliki unit bus pertama, yaitu bus Mitsubishi Fuso T653E dengan melayani rute Malang – Jember (PP).

Kini, PO yang dikenal dengan warna merahnya itu telah memiliki 80 unit bus dengan berbagai ukuran. 

Di antaranya ada bus besar kapasitas 40-60 penumpang dan bus medium kapasitas 29-33 penumpang. 

Selain memberikan layanan AKAP dan AKDP, PO asal Malang ini juga membuka layanan bus pariwisata. 

Trayek yang dilayani diantaranya Malang – Blitar – Tulung Agung PP, Malang – Surabaya PP, Surabaya – Malang – Blitar PP, Malang – Denpasar PP, Surabaya – Denpasar PP, Malang – Solo – Tegal PP.

7. Rosalia Indah

PO Rosalia Indah didirikan oleh pasangan suami istri, Yustinus Soeroso dengan Yustina Rahyuni Soeroso. 

Pada 1983, PO ini mulai mengoperasionalkan satu kendaraan bermesin Isuzu dengan jalur lintasan atau trayek antar kota jurusan Yogyakarta – Solo – Surabaya – Malang. 

Kini, Rosalia Indah sudah berkembang dengan berbagai cangan di luar Jawa, salah satunya Sumatera.

8. Kramat Djati

Kramat Dajti berdri pada 1968 oleh Arief Budiman dengan membuka satu jurusan yaitu Bandung-Jakarta. 

Kemudian pada 1970 menambah lagi jurusan baru yaitu jurusan Jakarta. 

Tahun 1975 kembi membuka jurusan lagi yaitu jurusan Bandung – Merak.

Pada tahun 1986 Kramat Djati membuka layanan baru yaitu bus malam cepat yang menjangkau 3 provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. 

Jurusan Bandung – Bali dibuka pada tahun 1990. Akhirnya pada tahun 1995 Kramat Djati melakukan perubahan bentuk perusahaan menjadi perseroan terbatas dan menambah nama yaitu menjadi Kramat Djati Asri Sejati.

Setelah itu Kramat Djati juga menembus pasar Sumatera dengan tujuan Lampung, Palembang, Pekanbaru dan Bengkulu pada tahun 1996, kemudian pada tahun 2000 memperluas pasar kesebelah timur dengan membuka jurusan Bandung – Mataram. 

Saat ini, selain memberi layanan transportasi umum dengan banyak pilihan trayek, PO ini juga memberi layanan bus pariwisata dan pengiriman barang.

Itu dia segelumit tentang PO legendaris yang masih tetap beroperasi hingga sekarang. 

Selain kedelapan PO yang disebutkan di atas, masih ada banyak lagi PO ternama yang kini berusia puluhan tahun. 

 


End of content

No more pages to load