Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar bersama Dandim 0807/Tulungagung,  Letkol Wildan Bahtiar(foto :  joko pramono/jatimtimes)

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar bersama Dandim 0807/Tulungagung, Letkol Wildan Bahtiar(foto : joko pramono/jatimtimes)



Setelah lama tak ads kabar,  kasus pembunuhan terhadap pasangan suami istri (pasutri) Didik (56) dan  Suprihatin  (50) warga dusun Ngingas, Desa/kecamatan Campurdarat mulai  mendapat titik terang.  

Pihak Kepolisian terus mengumpulkan data dan keterangan. 

Dalam waktu dekat kasus ini akan segera terungkap.

"Kita mengumpulkan data-data,  keterangan saksi kita  perdalam lagi, InsyaAllah tidak butuh waktu lama bisa kita ungkap," tutur Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik  Sukendar, Kamis (13/12).

Pihaknya telah memeriksa 7 saksi, dari pemeriksaan itu telah mengerucut pada nama pelaku.  

Namun untuk lebih menguatkanya masih membutuhkan data dan keterangan pendukung lainnya. 

"Kita masih butuh keterangan yang mengarah pada pelaku," imbuhnya. 

Kasus ini ditargetkan akan bisa terungkap sebelum pergantian tahun. Pelaku, kata Kapolres masih berada di dalam Kabupaten Tulungagung.

"Do'akan dalam bulan ini bisa terungkap," tandas Kapolres.

Pada tanggal 8/11/2018 lalu, Didik Didik dan istrinya Suprihatin ditemukan tewas dirumahnya.

Didik mendapatkan pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala saat tidur di kamar.

Sedangkan Suprihatin dibunuh di ruang tamu.
Jenazah keduanya ditemukan oleh cucunya yang bermaksud menjenguk kakek dan neneknya itu.

Lantaran curiga pintu dalam keadaan terkunci dan ada ceceran darah mengering, akhirnya lapor pada anak korban dan selanjutnya menuju rumah korban.

Saat pertama kali ditemukan, kondisi korban sudah dalam keadaan membusuk, hal itu diketahui tercium bau busuk saat pintu rumah korban dibuka.


End of content

No more pages to load