Pelayanan lansia Puskesmas Janti (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

Pelayanan lansia Puskesmas Janti (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)



Permasalahan yang ada di Puskesmas Janti bukan hanya banyaknya penderita disabilitas. Juga banyak pasien yang lanjut usia (lansia). 

Untuk itu, Puskesmas Janti memaksimalkan layanan kesehatan bagi mereka dengan mengoptimalkan cakupan layanan kesehatan. Puskesmas Janti yang telah menerapkan program  Puskesmas Santun Lansia sejak lama. 

Hal ini disampaikan oleh kepala Puskesmas Janti. "Sebenarnya kami sudah menerapkan program ini lama, sebelum adanya inovasi brexit. Karena ini suatu kewajiban untuk memudahkan para lansia dalam berobat," ujar Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati SKep Ns M MKes.

Nah, layanan santun lansia terdiri atas pelayanan lansia dengan senyum, ramah, sabar, dan menghargai sebagai orang tua. Selain itu, ada pelayanan kesehatan one stop service di ruang tersendiri, konseling lansia, posyandu lansia, hingga kemudahan akses layanan bagi lansia, baik prosedur layanan maupun fasilitasnya.

"Pelayanan one stop service adalah pelayanan kepada lansia mulai dari pendaftaran sampai mendapat obat dilaksanakan satu paket di satu ruang. Artinya, sudah ada ruangan tersendiri untuk lansia. Dengan begitu lansia tidak perlu berpindah tempat dan antre lagi untuk pelayanan lainnya dalam puskesmas," paparnya.

Lansia memang mendapatkan loketnya sendiri yang terdapat di dekat pintu utama puskesmas agar memudahkan dan mendahulukan mereka. Selain itu, Puskesmas Janti  menyediakan toilet khusus lansia di mana terdapat jamban atau WC duduk sehingga lansia tidak perlu untuk jongkok.

"Kami juga telah memberi pegangan rambat pada tangga dan WC untuk memudahkan para lansia," imbuh Endang.

Untuk diketahui, puskesmas santun lansia merupakan puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan kepada pra-lansia dan lansia. Pelayanannya meliputi  promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang lebih menekankan unsur proaktif, kemudahan proses pelayanan, santun, sesuai standar pelayanan dan kerja sama dengan unsur lintas sektor.

Dengan demikian, maka program lansia tidak terbatas pada pelayanan kesehatan di klinik saja. Tetapi juga pelayanan kesehatan luar gedung dan pemberdayaan masyarakat. (*)


End of content

No more pages to load