Matal saat ditangkap oleh pihak berwajib pada Jum'at, 16/11 (foto :Joko Pramono/Jatimtimes)

Matal saat ditangkap oleh pihak berwajib pada Jum'at, 16/11 (foto :Joko Pramono/Jatimtimes)



Kondisi kejiwaan Matal (52), tersangka pembunuhan pasutri di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru beberapa waktu lalu dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat. 

Hal itu diperoleh setelah Matal diperiksa kejiwaanya oleh  spesialis kejiwaan dari RS Bhayangkara Tulungagung.  Tak hanya sekali, pemeriksaan terhadap Matal dilakukan sebanyak 2 kali. Hal itu untuk memastikan kondisi kejiwaanya. 

"Dari pemeriksaan, Matal menderita gangguan jiwa berat, Szizofrenia paranoida," tutur Kapolres Tulungagung melalui Kasat Reskrim, AKP mustijat  Priyambodo, Selasa (27/11).

Gangguan kejiwaan yang dialami oleh Matal diperkuat dengan keterangan dari pihak keluarga.  Sejak sekitar 3 bulan lalu Matal sudah berperilaku aneh tak selayaknya orang normal. Matal selalu mengalami ketakutan yang tidak mendasar. 

"Diberi makan enggak mau," ujarnya singkat. 

Setelah dinyatakan mengalami gangguan jiwa, apakah proses hukum terhadap Matal berhenti? Mustijat tegaskan jika proses pendidikan dan pemberkasan terus dilakukan. 

"Nanti jika Matal sembuh dan sadar, berkasnya akan kita ajukan ke Jaksa Penuntut Umum," kata Kasat Reskrim. 

Setelah dinyatakan mengalami gangguan jiwa, Matal selanjutnya dirujuk ke RS jiwa yang ada di Lawang, Malang untuk diobati hingga sembuh selayaknya orang normal. 

Matal melakukan pembunuhan kejam terhadap pasangan Barno (70) dan Sumini (70), Ju'mat (16/11) lalu. Ditubuh Barno ditemukan 24 luka bacokan, sedang Sumini 16 luka bacokan.  Keduanya alami luka parah pada bagian leher hingga hampir putus. 

Setelah ditangkap pada hari yang sama, Matal bisa berkomunikasi layaknya orang normal. Matal juga mengakui telah melakukan aksi keji itu. "Masih bisa diajak bicara dan mengakui (pembunuhan yang dilakukan)," Mustijat Priyambodo.

 


End of content

No more pages to load