Lokasi pembunuhan Juari korban pengeroyokan berujung kematian, Kecamatan Turen (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Lokasi pembunuhan Juari korban pengeroyokan berujung kematian, Kecamatan Turen (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



Paska aksi pengeroyokan yang mengakibatkan kematian Juari, warga Desa Tumpukrenteng Kecamatan Turen, Minggu (25/11/2018), polisi terus berupaya mencari keberadaan pelaku di balik kejadian yang diduga dilakukan oleh sekelompok pria misterius tersebut.

Dari pendalaman MalangTIMES, diduga kuat motif di balik pengeroyokan tersebut, dilakukan karena dendam. Hal itu dikuatkan dari keterangan keluarga, jika sebelum peristiwa tragis itu terjadi, korban sudah sering dicari oleh pria tak dikenal. “Juari memang sering dicari banyak orang kerumahnya (di lokasi pengeroyokan), namun selama ini dia (korban) selalu lolos,” kata Farida (adik kandung korban).

Fakta  menguatkan lainnya , semasa hidupnya korban memang dikenal sebagai sosok preman. Hampir setiap hari, Juari tidak pernah berhenti mengkonsumsi minuman keras (miras). Bahkan, berbagai aksi kriminal mulai dari pencurian hingga pencabulan, sering membuat korban keluar masuk penjara.

Ketika dikonfirmasi ke Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda, memilih untuk irit bicara. Namun pihaknya juga tidak terlalu memungkiri jika motif dibalik pembunuhan Juari, adalah bermotif dendam. “Beberapa identitas pelaku sudah kami kantongi,” tegas Adrian kepada MalangTIMES, Selasa (27/11/2018).

Adrian menambahkan, hingga berita ini ditulis, beberapa personel sudah diterjunkan ke lapangan guna memburu keberadaan pelaku. Targetnya, dalam waktu dekat ini, sejumlah pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan kematian Juari ini bakal terungkap. “Kepastiannya besok saja, kalau sudah terungkap semua pasti akan kami sampaikan dihadapan media,” imbuhnya.

Statment tersebut seolah mengisyaratkan jika sebagian tersangka sudah diamankan, hanya saja polisi masih melakukan pengembangan sebagai upaya pengusutan secara tuntas. Bahkan tersiar kabar, jika besok Rabu (28/11/2018), Polres Malang bakal merilis pelaku dibalik kematian Juari.

Anggota Polri dengan tiga balok di bahu itu menuturkan, dari keterangan beberapa saksi yang dihimpun polisi, bermuara kepada beberapa tersangka yang diduga kuat terlibat pada aksi pengeroyokan tersebut. “Pelaku masih warga sekitaran Kecamatan Turen,” celetuk Adrian.

Meski seolah membenarkan motif pembunuhan pria 41 tahun itu lantaran dendam. Namun, ketika ditanyakan terkait motif dendam, dilatar belakangi karena masalah apa. Adrian memilih enggan memberikan pernyataan lebih jauh lagi. “Kalau sudah tertangkap, pelaku pembunuhan Juari bakal dijerat pasal 351 KUHP ayat 3 juncto 170 tentang pengeroyokan yang berujung kematian,” sambung Adrian.


 

Sekadar diketahui, Minggu (25/11/2018) dini hari lalu, Juari meregang nyawa. Korban dikeroyok kelompok orang tak dikenal, ketika berada di rumahnya yang selama ini ditempati adiknya yang bernama Farida. Di rumah yang beralamat di Desa Tumpukrenteng Kecamatan Turen itulah, Juari dikeroyok secara membabi buta di hadapan Jamiatul Masamah (istri korban) serta Farida.


 

Juari menjadi korban pengeroyokan, sesaat setelah menonton kuda lumping di Wajak. Sepulang dari menyaksikan pesta rakyat tersebut, korban pulang dengan kondisi mabuk berat. Saat itulah, Juari dianiaya dengan cangkul, celurit, cor-coran, kayu pentungan, hingga bogem mentah.


 

Setelah puas mengeroyok Juari, tubuhnya diseret keluar rumah, sejauh 100 meter. Hasil otopsi dari dokter Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, menyatakan jika korban meninggal akibat pukulan benda tumpul. Selain kepala yang nyaris hancur, pada bagian punggung juga ditemukan benda bacokan.

 


End of content

No more pages to load