Diklat Dasar Banser di Kabupaten Tulungagung / Foto : Munir Ansor / Tulungagung TIMES
Diklat Dasar Banser di Kabupaten Tulungagung / Foto : Munir Ansor / Tulungagung TIMES

Barisan Ansor Serba Guna (Banser) NU Kabupaten Tulungagung kembali menggelar diklat terpadu dasar (DtD) Banser. Acara yang dimulai sejak  23 hingga 25 November 2018 itu bertempat di Madrasah Diniyah Riyadotul Muawalin Desa Blendis, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung


"DtD Banser adalah jenjang diklat dasar internal GP Ansor untuk membuat kader Banser yang militan, yang teguh dan berkomitmen untuk menjaga ulama, NKRI juga berprinsip ahlussunah wal-jamaah," kata Munir Asror, salah satu narasumber dalam kegiatan itu.

Kegiatan yang diikuti 122 orang peserta tersebut bertujuan untuk menyiapkan kader Ansor yang militan dan tangguh.

Pembukaan kegiatan diklat dipimpin oleh perwakilan PC NU Tulungagung Ahmad Budianto. Dalam amanatnya, NU meminta agar munculnya faham radikalisme di negara ini dijadikan pemacu meningkatkan spirit yang kuat

"Pemuda yang tergabung dalam wadah Banser adalah NU masa depan dan masa depan NU. Bahkan bangsa kita yang akhir-akhir ini disibukkan dengan penanganan masalah munculnya faham radikalisme agama menjadi spirit kuat kita semua untuk  bahu-membahu membangun bangsa. Banser itu besar kiprah dan jasanya kepada NKRI. Jadi, kalau ada yang memojokkan Banser, juga dirasakan NU. Sehingga sakitnya Banser juga sakitnya NU. Begitu juga sebaliknya," tegas Budi.

Sementara itu, panitia pengarah kegiatan diklat Robingan Abdul Aziz mengatakan bahwa diklatsar merupakan salah satu jenjang pendidikan dan pelatihan yang harus diikuti setiap kader Ansor untuk menjadi Banser. Sebab, Banser  ini merupakan sayap elite NU yang ditugaskan sebagai kader penggerak dan penjaga NU.

"Peserta diberi pembekalan, mulai dari pelatihan fisik dan mental, seperti kemampuan beladiri, pendalaman ke-NU-an, keindonesiaan, bela negara, peraturan baris-berbaris, kelaluliintasan dan kedaruratan bencana," kata Robingan

Targetnya, peserta harus memegang serta memahami ke-NU-an dan  keaswajaan. “Bahkan mereka harus siap menjadi garda terdepan menjaga ulama dan kebhinekaan," paparnya.

Hadir dalam pembukaan diklat, Camat Gondang Tri Wantoro, kapolsek, danramil, ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gondang, PCNU Tulungagung, MUI Gondang, banom NU, dan OKP di Kecamatan Gondang.

Sebelum penutupan kegiatan, baiat peserta dipimpin langsung oleh Ketua MWC NU Gondang H Moh. Sofwan. Peserta DtD Banser terlebih dahulu melakskan kegiatan baksos penanaman 1.000 bibit pohon oleh seluruh peserta yang dipusatkan di pegunungan dan pekarangan desa setempat.  (*)