Mahasiswa Unisba Blitar ikuti kemah tani.
Mahasiswa Unisba Blitar ikuti kemah tani.

Perwakilan mahasiswa Program Studi Agroteknologi/Agroekoteknologi Fakultas Pertanian se-Indonesia yang tergabung dalam Formatani berkumpul di Kampus Tegalboto, Universitas Jember. Mereka melaksanakan kegiatan selama enam hari mulai 13 hingga 18 November 2018.

Dalam kegiatan ini, mereka membahas isu-isu terbaru di dunia pertanian, melaksanakan latihan keterampilan dan manajemen mahasiswa (LKMM), serta membahas program kerja Formatani ke depan.  

Selain dipusatkan di kampus Fakultas Pertanian Unej, kegiatan yang dikemas dalam Kemah Tani 2018 ini salah satunya mengambil tempat di Universitas Jember Kampus Bondowoso. Salah satu keputusan penting yang diambil dalam Kemah Tani  2018 adalah kesepakatan untuk menyebarluaskan Program Abu Padi ke seluruh Nusantara.

“Abu Padi adalah singkatan dari Abdiku untuk Pertanian Indonesia merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh Formatani. Abu Padi adalah bentuk kontribusi aktif mahasiswa Program Studi Agroteknologi/Agroekoteknologi  dalam upaya memajukan pertanian Indonesia. Sementara jenis program bisa disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing,” terang Mohamad Sholehudin, sekjen Formatani.

Dikatakan, mahasiswa nantinya bertugas untuk melakukan survei lapangan dan mengklasifikasi segala permasalahan yang dihadapi oleh para petani. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan itulah, kemudian Formatani akan mencari solusi dan permasalahan yang dihadapi oleh para petani tersebut.

“Jadi. para mahasiswa delegasi perwakilan universitas/PT se-Indonesia yang terhimpun dalam Formatani  akan memberikan pendampingan kepada petani mulai dari proses pengolahan lahan, perawatan tanaman hingga proses distribusi hasil pertanian. Soalnya, petani selalu bermasalah dalam proses pemasaran produk.” ujar dia.

Kegiatan Kemah Tani 2018 sendiri dibuka secara resmi oleh Rektor Unej Drs Moh. Hasan MSc  PhD. Dalam sambutannya, rektor berpesan kepada seluruh mahasiswa Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia peserta Kemah Tani 2018.

“Dua puluh tahun lagi, Anda-Anda-lah yang menjadi pengambil keputusan di bidang pertanian  Indonesia. Karena itu. senyampang ada kesempatan untuk belajar maka harus dimanfaatkan dengan baiK,” tandasnya.

Salah satu peserta dari kegiatan ini adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar. Eko Siswanto selaku koordinator delegasi dari Fakultas Pertanian Unisba Blitar mengatakan, selama mengikuti kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman.

“Di sini tidak hanya belajar secara teoritis. Tetapi mahasiswa lebih difokuskan terhadap permasalahan langsung petani di lapangan. Selain itu, selama mengikuti kegiatan LKMM setiap delegasi juga mendapatkan materi bagaimana menganalisis permasalahan yang baik, personal branding, keagroteknologian, manajemen waktu, serta pembahasan program kerja Formatani ke depan,” katanya.

Dalam praktiknya, setiap delegasi agroteknologi/agroekoteknologi bakal mencatat potensi dan permasalahan pertanian di daerah tersebut. Selain diwujudkan dalam laporan tertulis, setiap delegasi diharapkan mendokumentasikan hasil kerja mereka dalam bentuk audio visual, dan menyebar luarkan melalui media sosial yang mereka kelola.

“Dari sini harapan saya  potensi pertanian yang ada di daerah tersebut  akan dikenal oleh kalangan masyarakat secara luas. Sementara permasalahan pertanian yang ada juga segera dapat teratasi dan mendapatkan solusi yang terbaik,” ungkapnya.(*)