Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar beserta jajaran saat rilis pelaku penyebar hoax Rohmad Koerniawan / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar beserta jajaran saat rilis pelaku penyebar hoax Rohmad Koerniawan / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar memaparkan akun Puji Ati yang di kendalikan oleh Rohmad Koerniawan (38) warga Serut Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung sudah dipantau lama polisi. Namun, karena kondisi Rohmad yang sejak lahir mengalami cacat fisik, polisi masih memberikan kesempatan agar akun Puji Ati berhenti memposting fitnah dan hoax
"Kita sudah pantau lama, karena yang bersangkutan itu kondisi fisiknya cacat kita berupaya memberikan kesempatan padanya untuk berubah," kata Tofik

Bukannya sadar akan perbuatan yang dilakukan, Rohmad makin menjadi-jadi dan terus memposting "dugaan" yang tidak mempunyai dasar dan fakta yang dituduhkan. "Rupanya kesempatan yang kita berikan, rasa kasihan yang kita jadikan pertimbangan untuk menindak tidak membuatnya (Rohmad) berhenti (posting fitnah), akhirnya kita tindak meski yang bersangkutan cacat fisik," papar Tofik

Penegasan Kapolres juga menjawab teka-teki di masyarakat yang menganggap polisi lambat dan tak berdaya mengungkap pemilik akun Puji Ati yang dianggap telah lama meresahkan.

Seperti di ketahui Ditangkapnya Rohmad Koerniawan, pemilik akun Puji Ati membuka kotak pandora yang menjadi misteri selama ini. Akun Penyebar Fitnah Dan Hoax itu memposting berbagai tuduhan pada pejabat dan orang tertentu karena alasan uang atau imbalan
"Saya hanya disuruh oleh orang-orang itu (sambil menunjuk beberapa saksi), dan juga beberapa pejabat di antaranya pak TR (nama kepala dinas) saya disuruh posting dan diberi uang," kata Rohmad alias Petruk alias Puji Ati

Pria yang berstatus duda dan penjual ban bekas itu mengaku menyesal tidak menyebut secara pasti tarif sekali posting dari pemesan yang memberikan data padanya.  
Sementara itu, sudah ada lima orang diperiksa sebagai saksi. Jumlah itu dipastikan akan terus bertambah. Polisi akan terus melakuan pendalaman serta mencari bukti-bukti yang menyangkut masalah itu guna mempelajari kelangsungan kasus penyebaran fitnah dan berita hoax yang berkaitan dengan Puji Ati. Atas perbuatannya, Rohmad terancam dijerat dengan UU ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.