Produk Natural Probiotic yang dibuat dengan proses pengolahan dan tetap mengutamakan kehigienisan serta susu asli ini menjadi pilihan tepat bagi pecinta produk fermentasi (Istimewa)
Produk Natural Probiotic yang dibuat dengan proses pengolahan dan tetap mengutamakan kehigienisan serta susu asli ini menjadi pilihan tepat bagi pecinta produk fermentasi (Istimewa)

Natural Probiotic, brand yang bergerak pada produk fermentasi ini untuk sekarang mungkin masih belum banyak dikenal oleh masyarakat. Tapi tahu nggak sih, produk yang satu ini ternyata merupakan produk fermentasi higienis pertama yang menjadi unit usaha di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Brand dengan beragam produk mulai dari snack hingga produk kecantikan itu diciptakan karena masih banyaknya olahan fermentasi di pasaran yang diproduksi menggunakan bahan kimia serta perisa susu (bukan dari susu asli) yang dapat merugikan kesehatan khususnya anak-anak.

Sehingga, beberapa tim dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, yaitu Dr. Ir. Imam Thohari., MP., Dr.Ir. Tri Eko Susilorini, MP., Dr.Ir. Kuswati, MS., dan Firman Jaya, S.Pt., MP membuat usaha berbasis susu fermantasi dengan brand “Natural Probiotic” yang didanai oleh Kemenristekdikti pada program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) yang telah berjalan selama 3 tahun.

"Hingga saat ini di Universitas Brawijaya belum ada unit usaha pengolahan susu fermentasi. Sehingga usaha ini merupakan satu-satunya dan belum ada yang mengelola dengan mengutamakan kehigienisan dalam produksi (GMP)," terang salah satu tim, Dr. Ir. Imam Thohari., MP., pada MalangTIMES.

Di sisi lain, Dr.Ir. Tri Eko Susilorini, MP., menambahkan, semua produk Natural Probiotic tersebut diproduksi di Divisi Fisikokimia dan Organoleptik, Laboratorium Teknologi Hasil Ternak. Produk yang dihasilkan adalah yoghurt drink, es lilin yoghurt, kefir drink, whey drink, masker kefir, face toner, es krim, sabun padat dan cair dari kefir dan yogurt.

"Produk yang segera dilaunching adalah permen yoghurt dan kefir, lulur kefir dan yoghurt serta salep dari whey keju," imbuhnya.

Selain diproduksi oleh empat dosen yang tergabung menjadi satu tim, produk tersebut menurut Dr.Ir. Kuswati, MS., juga mendapat sentuhan dari mahasiswa Fakultas Peternakan. Selain itu, proses produksi susu fermentasi sudah menggunakan alat pasteurizer yang dilengkapi dengan inkubator semi otomatis yang dapat menampung susu 20 L.

Waktu proses produksi adalah lima hingga enam jam. Sehingga produksi lebih efisien dan efektif. Begitu juga dengan pengemasan sudah menggunakan alat packaging semi auto sehingga menghasilkan produk yang higienis sesuai dengan GMP (Good Manufacturing Practice).

Daerah pemasaran Natural Probiotic adalah Ungaran (Jawa Tengah), Jember, Surabaya, Pasuruan, Madiun dan sekitaran kota Malang. Produk Natural Probiotic pun disebar dalam kantin di lingkungan UB, serta warung-warung dan perguruan tinggi, SD, SMP di sekitar UB dan Kota Malang.

"Harganya pun cukup terjangkau mulai dari Rp 1500 sampai Rp 100.000. Untuk saat ini Natural Probiotic sedang mengajukan BPOM sehingga lebih mendapat kepercayaan dari konsumen," tambah Firman Jaya, S.Pt., MP.

Kika: Dr. Ir. Imam Thohari., MP., Dr.Ir. Kuswati, MS., Dr.Ir. Tri Eko Susilorini, MP., dan Firman Jaya, S.Pt., MP (Istimewa)

 

Selama ini yang membantu operasional produksi dan marketing, lanjutnya, adalah mahasiswa dan alumni dari Fakultas Peternakan berjumlah empat orang. Susu sapi dan susu kambing sebagai bahan baku dalam membuat berbagai macam produk fermentasi dikelola oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kementerian Sosial dan Masyarakat (SOSMA) BEM Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya yang berkoordinasi dengan peternak sapi perah Desa Brau dan daerah Jabung serta peternak kambing perah Karangploso yang semua nya.

Keunikan produk susu fermentasi ini adalah meskipun produk fermentasi diolah dengan teknologi pemanasan, pembekuan maupun pengeringan, namun sel mikroba dan hasil metabolismenya tetap dapat bermanfaat bagi manusia, sehingga masih memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan patogen atau mikroba merugikan bagi manusia.

Pengembangam unit usaha di bidang fermentasi ini sejalan dengan Visi dan Misi Universitas Brawijaya menuju Entrepreneural University dengan salah satu kebijakannya adalah pengembangan pendidikan Entrepreneurship. Selain itu, program ini mendukung program pemerintah dalam upaya ketahanan pangan dengan mengutamakan pemanfaatan bahan baku dari peternak sapi perah dan kambing perah lokal.

Universitas Brawijaya pun mempunyai visi untuk aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pengabdian kepada masyarakat dimana salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan gizi lingkungan sekitarnya. Banyaknya produk fermentasi skala industri maupun rumah tangga yang beredar disekitar Universitas Brawijaya masih memiliki bahan pengawet bahkan tak banyak yang menggunakan bahan kimia pewarna dan perisa yang membahayakan bagi manusia khususnya anak kecil yang sangat menggemari produk ini, karena dijual dengan harga yang murah.