Untung, pelaku pencurian sapi dibopong petugas karena dua kakinya tertembus timah panas (Agus Salam/JatimTIMES)

Untung, pelaku pencurian sapi dibopong petugas karena dua kakinya tertembus timah panas (Agus Salam/JatimTIMES)



Aksi pencurian hewan (Curwan) berupa sapi di wilayah hukum Polres Probolinggo mereda, sebab 2 pelakunya telah diringkus. Diantaranya, Tosan (41) warga Jalan Klengkeng Kelurahan Sumbertaman dan Untung (38) Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, kota setempat.

Sedang satu rekannya yang bernama Abdullah (27) warga Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, belum tertangkap alias masih berkeliaran. Ia masih diburu petugas dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Ketiganya, melakukan pencurian sapi pada Kamis, 1 September 2017 tahun lalu pukul 02.00.

Seekor sapi tersebut berada di kandang milik Hamid warga Jalan Progo RT 1 RW 3 Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok. Sedang sapi yang dicuri, milik Holili (42) warga Jalan Progo RT 1 RW 3, kelurahan setempat. Untung adalah pelaku yang ditangkap petugas, beberapa bulan setelah Tosan pelaku yang lain ditangkap pertama kali.

Kepada Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, pelaku Untung mengaku, rekannya yang bernama Tosan tengah barada di lapas menjalani hukuman. Untung sendiri oleh petugas dihadiahi timah panas, karena berusaha kabur saat hendak disergap di rumahnya. “Petugas terpaksa melumpuhkan Untung dengan tembakan. Karena berusaha kabur saat mau ditangkap,” ujar Kapolresta, saat press rilis hasil ungkap kasus kejahatan, Kamis (22/11) siang.

Tak hanya itu, Alfian juga mengungkap pelaku pencurian sapi di Dusun Sumberkotok, Desa Pamatan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Pelakunya adalah Simal (52) warga Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas. Yang bersangkutan mencuri sapi pada Jumat (20/1) lalu dan berhasil ditangkap 8 bulan kemudian. “Pelaku yang lain, masih kami buru. Kami mengamankan sebilah clurit milik pelaku. Dua pelaku ini kami jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonoasih IPDA Mugi mengatakan, Untung ditangkap di rumahnya. Sebenarnya, kata Mugi petugas menyergap Untung atas pencurian yang dilakukan seminggu sebelumnya, bukan aksi pencurian yang dilakukan tahun lalu (2017). “Sebenarnya, kami menangkap Untung dalam kasus pencurian sapi yang barusan dilakukan. Tapi saat ditangkap tidak ngaku. Pencurian sapi yang diakui satu tahun yang lalu,” tandasnya.

Mugi menyebut, dalam aksi 2017, Untung mencuri sapi bersama Tosan yang dihadiai 2 peluru saat disergap dan kini menjalani hukuman di lapas. Sementara Abdullah, rekan pelaku yang lain, masih dalam pengejaran. Mugi berterus terang mengeluarkan 3 timah panas saat menangkap Untung. “Kami sanggong. Begitu Untung pulang ke rumahnya, langsung kami tangkap. Pelaku kabur. Terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load