Wakapolres Malang Kota saat menunjukan barang bukti persetubuhan (Humas Makota for MalangTIMES)
Wakapolres Malang Kota saat menunjukan barang bukti persetubuhan (Humas Makota for MalangTIMES)

Kasihan benar nasib dari Melati (15) bukan nama sebenarnya. Sebab di usianya yang belum matang, keperawanannya harus terenggut oleh seorang lelaki berinisial RFS (20) warga Jl Santoso, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, yang baru beberapa jam menjalin asmara dengan Melati.

Semua bermula dari perkenalan Melati dengan RFS pada 13 November 2018 di kawasan sekitar rumah korban. Kemudian hubungan pun berlanjut sampai RFS mengajak korban berjalan-jalan dan ngopi hingga larut malam.

Sampai akhirnya sekitar pukul 00.30 wib (14/11/2018), di saat pulang seusai ngopi, RFS melancarkan bujuk rayu kepada korban Melati untuk menjadi pacarnya. Kemudian Melati sempat meminta waktu untuk berfikir, sampai akhirnya ia menerima pernyataan cinta RFS.

"Karena sudah larut malam, korban akhirnya diajak tidur di rumah RFS bersama temannya yang lain. Kemudian sekitar pukul 04.00 wib, RFS bangun dan mengajak korban untuk bersetubuh. Namun ajakan tersebut sempat ditolak korban," jelas Waka Polres Malang Kota, Kompol Bambang Kristanto (22/11/2018).

Dalam upaya mengajak korban bersetubuh, RFS sempat memanfaatkan kepolosan Melati dengan mengancam akan memutuskan hubungan yang baru ia jalin, sehingga Melati yang tak ingin hubunganya putus, akhirnya menuruti kemauan pelaku.

Sementara itu, orang tua Melati yang kebingungan karena anaknya tak kunjung pulang, berupaya untuk mencari korban. Sampai akhirnya pada pagi hari, korban pun ditemukan di kawasan Cemorokandang.

Tak pelak orang tua Melati langsung menghujani dengan berbagai pertanyaan. Sampai akhirnya Melati mengakui sempat disetubuhi oleh RFS.

Pengakuan korbanpun membuat orang tua Melati begitu tersentak. Tak terima putrinya disetubuhi, sang orang tua pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota.

"Setelah korban visum dari rumah sakit, anggota langsung bergerak melakukan penangkapan terhadap RFS di rumahnya. 
Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat  UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 dengan hukuman 5 hingga 15 tahun penjara," pungkasnya.