Pelaku NV saat dimintai keterangan penyidik Polres Probolinggo Kota, sesaat setelah disergap (Agus Salam/JatimTIMES)
Pelaku NV saat dimintai keterangan penyidik Polres Probolinggo Kota, sesaat setelah disergap (Agus Salam/JatimTIMES)

Pelaku penganiayaan terhadap Danung (14) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, pada Selasa (20/11) sekitar pukul 23.3, akhirnya tertangkap.

Pelaku yang berinisial NV (19) tersebut ditangkap petugas Reskrim Polres Probolinggo Kota, Rabu (21/11) sekitar pukul 14.00. NV yang masih rekan korban itu disergap tanpa perlawanan saat berada di rumahnya, Dusun Benkingan, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Tak hanya pelaku, alat bukti berupa taring babi yang digunakan memukul korban juga diamankan. NV langsung dibawa ke mapolresta untuk didengar keterangannya oleh penyidik di ruang Kanit 1. Kepada petugas pelaku mengaku, tega memukul rekannya karena kesal dengan korban. "Saya kesal sama korban karena menyebalkan. Saya pukul pakai taring babi," ucap NV ke penyidik.

NV membenarkan, sebelum memukul rekannya sendiri, ia bersama korban dan rekan yang lain, pesta miras. Pengakuan tersebut diperkuat oleh Kasat Reskrim AKP Nanang Fendy Dwi Susanto. Menurutnya, sebelum terjadi pemukulan terhadap Danung warga kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, kelompok remaja tersebut pesta miras.

Dimungkinkan karena pengaruh miras, NV memukul Danung yang sebelumnya nenggak miras bersama. Dijelaskan, korban tidak dibacok, tetapi dipukul kepalanya menggunakan taring babi. “Bukan pembacokan, tapi pemukulan. Pelaku sudah kami amankan, sedang korban tadi malam sudah kami bawa ke RSUD dr Muhammad Saleh,” tandas kasat.

Tak hanya itu, AKP Nanang membantah, kalau kelompok pemuda yang pesta di dekat Pom Bensin Pilang tersebut, bukan anjal (Anak Jalanan). Mereka kelompok remaja bertemu di sana dan menenggak minuman keras bersama. “Tak hanya berdua pesta miras, tapi bersama teman yang lain. Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi. Kasus ini kami dalami, apakah ada keterlibatan rekan korban yang lain,” tambah AKP Nanang.

Ditambahkan, pelaku ditangkap setelah petugas melakukan penyelidikan dan mengetahui identitas pelaku atas keterangan yang didapat dari korban. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun penjara.