Kuasa Hukum Putut, Gandi Ahmad sedang memperlihatkan laporan kliennya saat di mapolresta
Kuasa Hukum Putut, Gandi Ahmad sedang memperlihatkan laporan kliennya saat di mapolresta

Putut Gunawarman (49) melaporkan itrinya Baby Viruja Indiyanti (41). Perempuan yang berprofesi advokad tersebut dilaporkan, karena diduga telah memalsukan tanda tangannya. Laporan dugaan pemalsuan dokumen itu, dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota pada, 25 Oktober 2018 lalu.

Dan saat ini, kasus tersebut masih dalam proses. Pada Rabu (21/11) sekitar pukul 14.15 kuasa hukum Putut yang bernama Fandi Ahmad mendatangi mapolresta. Tujuannya, untuk menanyakan perkembangan kasus yang telah dilaporkan bulan lalu itu. Mengingat, hari itu terlapor dimintai keterangan penyidik polresta.

Sebelum meninggalkan mapolresta, Fandi membenarkan kalau dirinya sebagai kuasa hukum Putut dan telah melaporkan kasus yang menimpa kliennya. Menurutnya, kasus suami istri yang kini dalam proses cerai tersebut pemalsuan dokumen. Disebutkan, Baby diduga telah memalsukan tanda tangan suaminya, pada surat pengakuan hutang antara kliennya dengan asuransi Bumi Putra.

Pemalsuan tanda tangan tersebut diketahui sudah lama yakni, Juli lalu tepatnya, Minggu (15/7) sekitar pukul 15.00. Kliennya secara tidak sengaja menemukan surat pengakuan hutang yang ditandatangani kliennya, saat bongkar-bongkar almari. “Diingat-ingat, klien saya tidak pernah tanda tangan di surat pengakuan hutang. Karenanya, Putut langsung melaporkan kasus dugaan ini ke mapolresta,” tambah Fandi. 

Saat dikonfirmasi, Putut yang berprofesi sebagai advokad membenarkan. Bahkan, pria yang tinggal di jalan Argopuro, Kelurahan Ketapang, Kecamatan kademangan itu menceritakan kronoliginya. Awalnya, ia tengah bersih-bersih almarinya dan di sela-sela bajunya menemukan secarik kertas. Setelah dibaca, isinya tentang pengakuan hutang ke perusahaan asuransi Bumi Putra.

Di dokumen tersebut, tertera tanda tangannya, padahal Putut tidak pernah menandatangani surat seperti itu. Di surat pengakuan dokumen tersebut, Putut mengakui memiliki hutang ke ausransi Bumiputera Probolinggo, Rp 8,8 juta dengan jaminan polis asuransi jiwa. “Surat poengakuan itu, saya punya hutang ke asuransi sebesar itu. Enggak, saya tidak punya hutang,” terangnya.

Putut membenarkan, kalau dirinya ikut asuransi jiwa, hanya saja ia tidak menyebut jumlah dan nilai kontraknya. Ternyata, sebelum jatuh tempo atau masa kontraknya habis, istrinya meminjam uang Rp 8,8 juta. Kemudian, asuransi mengeluarkan surat pengakuan hutang. “Karena yang ikut asuransi saya, maka saya yang harus tanda tangan. Dengan alasan sibuk akhirnya, tanda tangan saya dipalsu oleh istri saya,” jelas Putu.

Surat pengakuan hutang tersebut ditandatangani November 2016. Dengan demikian, surat tersebut sudah dua tahun disembunyikan istrinya. Selama itu, pokok dan bunganya, tidak pernah dibayar oleh Baby. “Belum dibayar sama sekali oleh istri saya. Enggak tahu, sekarang hutangnya menjadi berapa,” pungkasnya.

Terpisah, Baby mengiyakan, kalau dirinya telah dilaporkan ke mapolres terkait dugaan pemalsuan tanda tangan suaminya. Hanya saja, perempuan yang kini tinggal di Jalan KH Masyur, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan terebut membantah. “Enggak, saya tidak pernah melakukan hal itu. Saya juga tidak pernah tahu surat dari mana itu. Saya tidak pernah hutang ke Bumi Putera,” tandasnya.

Atas laporan tersebut, Baby berencana akan melaporkan balik suaminya. Karena telah melaporkan dirinya terhadap sesuatu yang belum pernah dilakukan. Saat ditanya, kapan akan melaporkan, Ia mengatakan, belum tahu kepastiannya. Mengingat, Baby saat ini masih sibuk dengan keluarganya. “Ya, kami akan lapor balik. Tapi kami masih noto-noto anak. Tunggu saja ya,” pungkasnya.