Joko Windi tersangka pembacokan saat diamankan jajaran kepolisian Polsek Gondanglegi, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Gondanglegi for MalangTIMES)
Joko Windi tersangka pembacokan saat diamankan jajaran kepolisian Polsek Gondanglegi, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Gondanglegi for MalangTIMES)

Setelah sempat menjadi buron selama lebih dari dua bulan, Joko Windi warga Jalan Ahmad Yani Desa Banjarejo Kecamatan Pagelaran, akhirnya diringkus polisi. Tersangka diamankan petugas Polsek Gondanglegi, lantaran kasus penganiayaan.

Kanitreskrim Polsek Gondanglegi Ipda Heriyani menjelaskan, insiden penganiayaan ini terjadi pada 1 September lalu. Tidak tangung-tangung, dua korban menjadi sasaran amukan tersangka. Mereka adalah Anjasmoro warga Dusun Kendayaan Desa Gondanglegi Wetan Kecamatan Gondanglegi, dan Andika Oki warga Jalan Suropati Desa Gondanglegi Wetan Kecamatan Gondanglegi. “Kedua korban dianiaya pelaku menggunakan celurit,” kata Heriyani, Selasa (13/11/2018).

Insiden ini bermula ketika, pria 20 tahun itu merasa tersinggung karena temannya ditegur dengan kata kasar. Pelaku yang emosi lantas mengambil celurit, kemudian mencari keberadaan kedua korban. Ketika melintas ke Jalan Suropati Desa Gondanglegi Wetan, tersangka yang mengetahui keberadaan korban, lantas meluapkan emosinya dengan menghujani bacokan ke arah Anjasmoro dan Andika. “Sempat ada cek-cok sebelum akhirnya berujung penganiayaan dan pembacokan,” sambung Heriyani.

Akibat insiden tersebut, kedua korban mengalami luka parah dibagian kepala. Bahkan mereka sempat tidak sadarkan diri, pasca dianiaya pelaku. Warga yang mengetahui kejadian tersebut, lantas menolong korban. Atas insiden ini, pihak keluarga korban lantas menbuat laporan ke Polsek Gondanglegi.

Personel yang diterjunkan sempat kesulitan menangkap tersangka. Baru setelah sekitar dua bulan kemudian, keberadaan Joko diketahui polisi. “Pelaku kami amankan setelah bersembunyi berbulan-bulan dikediaman salah satu temannya,” sambung Heriyani.

Kepada penyidik, Joko yang saat itu kabur setelah menganiaya korban, sengaja meninggalkan jejak dengan cara membuang celurit ke sungai brantas. “Tersangka sudah kami amankan, namun barang bukti masih kita cari, sebab dibuang pelaku ke sungai,” ujar Heriyani.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Malang Ipda Eka Yuliandri Aska menuturkan, kasus pembacokan semacam ini bukan kali pertama terjadi. Terbaru, warga Kecamatan Pakisaji digemparkan dengan aksi perampokan dan pembacokan, terhadap Karim Mullah. Hingga kini polisi masih terus mengejar keberadaan pelaku.

Aska menambahkan, jika melihat data yang dihimpun Polres Malang, sejak bulan September hingga saat ini, sedikitnya ada sekitar enam kasus pembacokan. “Total ada sembilan tersangka, yang terlibat kasus pembacokan,” ujar Aska.