Wakapolres Kediri, Kompol I Made Dhanuardana (kiri) didampingi Kasatreskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatih (kanan) ketika Press Rilis di Mapolres Kediri. (Foto: B. Setioko/JatimTIMES)
Wakapolres Kediri, Kompol I Made Dhanuardana (kiri) didampingi Kasatreskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatih (kanan) ketika Press Rilis di Mapolres Kediri. (Foto: B. Setioko/JatimTIMES)

Pasangan Suami Istri yakni Ahmad Zaini (25) warga Desa Sukosongso, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan dan Fitira Noviandari (24) warga Desa Mangis, Kecamatan Puncu harus mendekam di balik jeruji besi Polres Kediri. Pasutri ini terpaksa berurusan dengan hukum pasalnya telah terbukti melakukan tindak pencurian di Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Dari keterangan Waka Polres Kediri Kompol I Made Dhanuardhana, kepada awak media mengatakan, penangkapan keduanya merupakan tindak lanjut dari laporan beberapa pelajar di Kampung Inggis yang menjadi korban.

"Setelah mendapati laporan dari masyarakat pihak kepolisian langsung melakukan serangkaian penyelidikan. alhasil petugas berhasil melacak ponsel salah satu korban. Diketahui ponsel tersebut berada di Kecamatan Puncu" Terang Kompol I Made Dhanuardhana, Selasa (13/11/2018)Siang.

Mengetahui posisi pelaku, petugas langsung mengamankan pelaku dan mengkroscek apakan korban mengenali pelaku. Keduanya mengaku saling kenal karena pelaku adalah orang yang pernah kos ditempat yang sama dengan korban. Pasangan suami istri inipun akhinya digiring ke Mapolres Kediri untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Dalam melakukan aksinya pasangan suami istri ini sangat kompak. Awalnya keduanya pergi bersama mencari sasaran rumah kos. Setelah mendapatkan sasaran, Zainipun menurunkan Fitria. Disaat itulah Fitria berpura pura mencari kamar kos.

Fitriapun melihat kondisi sekitar kos apakah ada barang yang bisa diambil. Selain itu dia juga membaca bagaimana keamanan di rumah kos yang akan menjadi sasaranya. Diarasa ada banyak barang yang bisa diambil dan pengamanan cukup lengah, pelaku menyetujui sewa kos.

“Sebagai tanda persetujuan, pelaku memberikan uang muka kepada pemilik kos sebesar Rp 50.000,” ungkap Waka Polres Kediri I Made Dhanuardhana.

Disaat kondisi kos sepi, Fitriapun mulai menjalankan aksinya. Dia mengambil beberapa barang berharga milik penghuni kos lainnya. Barang hasil curiannyapun dijualnya untuk kebutuhan hidup. Fitria berdalih uang hasil pencurian digunakan untuk membeli susu anaknya. 

“Pengakuan tersangka uang digunakan untuk keperluan hidup. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentan pencurian dengan pemberatan,” tegas Kompol Dhanu.