Anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo (Foto : Istimewa)

Anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo (Foto : Istimewa)



Berawal dari itikat membangun Indonesia dari wilayah pinggiran membuat jajaran pemerintahan, seolah serius meningkatkan potensi perekonomian dari wilayah pedesaan. Seperti yang dijelaskan oleh Anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo, Selasa (13/11/2018).

Menurutnya, tahun 2019 mendatang, alokasi dana yang siap diglontorkan guna penembangan peningkatan kapasitas desa, mencapai Rp 128 miliar. Dana tersebut sudah disiapkan Kementrian Keuangan (Kemenkeu). “Sementara ini anggarannya masih ngendon di Kemenkeu, sebab belum jelas nantinya yang akan mengelola dari pihak Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Kementrian Desa,” terang Andreas.

Alokasi dana ratusan miliar tersebut, bakal digunakan untuk pengembangan kapasitas desa di beberapa wilayah. Targetnya, dimulai dengan cara membidik peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). “Kualitas manusianya kan beragam, jadi harus ditingkatkan dulu jika ingin mengoptimalkan kesejahteraan perekonomian,” sambung Andreas.

Upaya peningkatan kualitas SDM ini, tentunya harus ditunjang dengan pemetaan potensi yang ada di masing-masing desa. Jika langkah itu sudah diambil, nantinya bakal dibentuk beberapa kelas yang disesuaikan dengan pengembangan dan potensi yang bisa  terbagi menjadi tiga kategori, yakni pertanian, perikanan, dan peternakan. “Dengan terbentuknya cluster, saya rasa akan menjadi lebih efektif,” imbuh salah satu politisi PDI Perjuangan ini.

Andreas menambahkan, jika sudah terbentuk beberapa cluster, maka bisa diajukan pendanaan sesuai kebutuhan masing-masing desa. Dimana instansi perbankan dan Bank Indonesia, mengambil peran penting terkait pendanaan tersebut. 

“Jika sudah ada pemetaan, maka aspek pembiayaan akan lebih mudah, sehingga muaranya akan mengarah kepada pemanfaatan potensi menjadi lebih tersusun rapi,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load