Ilustrasi.(Foto : katadata)
Ilustrasi.(Foto : katadata)

Kontraktor pelaksana pengerjaan renovasi pasar Talun Kabupaten Blitar terkendala pemasangan atap. Imbasnya, masa penyelesaian pembangunan tidak sesuai dengan perencanaan awal pada perjanjian dimana proses renovasi harusnya sudah selesai sejak 8 Oktober lalu.

"Kotraktor merasa kesulitan memasang bagian atap, makanya minta tambahan waktu. Namun kita pastikan proyek ini selesai sebelum akhir tahun,” tutur Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperindag) Pemkab Blitar, Puguh Imam Susanto, Selasa (13/11/2018).

Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Blitar mendapat alokasi anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat yang untuk proyek rehabilitasi Pasar Tradisional.

Anggaran yang didapatkan dari DAK ini sebesar Rp 2,8 miliar guna merehabilitasi dua pasar tradisional yaitu, Pasar Nglegok dan Pasar Talun. “Untuk Tahun ini Disperindag Kabupaten Blitar mendapatkan anggaran dari DAK Pemerintah pusat sebesar Rp 2,8 miliar. Anggaran itu kita gunakan untuk rehabilitasi 2 pasar tradisional yang berada di Kecamatan Nglegok dan Kecamatan Talun,” jelas dia.

Berdasarkan perjanjian dengan kontraktor, sambung Puguh, kedua proyek rehabilitasi pasar ini harus selesai pada 8 Oktober 2018 lalu. Namun yang sudah dinyatakan selesai hanya di Pasar Nglegok. Sedangkan untuk Pasar Talun belum selesai dan kontraktor meminta waktu tambahan sampai 15 November 2018.

“Untuk yang di Pasar Talun memang belum selesai. Kontraktor minta tambahan waktu sekitar sebulan untuk menyelesaikannya. Pihak kontraktor juga sudah berjanji akan menyelesaikan proyek tersebut sesuai waktu perpanjangan yang dimintanya,” katanya.(*)