Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

Muhammad Pradibyo (19) warga Jalan Ade Irma Suryani RT 03 RW 04 Kelurahan Sembung Kecamatan /Kabupaten Tulungagung ini tergolong cukup sabar. Betapa tidak, sejak Sabtu (10/11) malam, sepeda motornya dibawa teman yang baru dikenal di media sosial Pradibyo, dia masih berusaha mencari hingga akhirnya melaporkannya setelah beberapa hari merasa pencariannya kandas 
"Kejadian sudah Sabtu lalu, namun baru dilaporkan tiga hari kemudian," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas Iptu Sumaji Selasa (13/11) siang.

Dalam laporannya, Pradibyo mengungkapkan kenal dengan pelaku tipu gelap sepeda motor yang bernama Boy asal Surabaya melalui perkenalan via Facebook. "Awal mula kejadian korban pertama kali kenal sama terlapor melalu media sosial Facebook kemudian dilanjut chating lewat WhatsApp," ungkap Sumaji

Karena inten berkomunikasi, meski melalui dunia maya keduanya cukup akrab. "Kemudian terlapor menyuruh korban lewat WA minta dijemput di terminal Gayatri Tulungagung dan korbanpun menjemput terlapor di terminal bus itu," terang Sumaji

Setelah dijemput di terminal lalu Pradibyo akan mengajak makan tetapi tidak jadi lalu dirinya dan Boy pergi ke café Dynasty.
"Setelah di café Dynasty sekira pukul 21.30 wib terlapor bilang sama korban akan meminjam sepeda motornya dengan alasan terlapor akan pergi ke toko mas sampun mapan karena merasa sudah kenal sama terlapor korban meminjamkan sepeda motornya," tambahnya

Tetapi setelah ditunggu beberapa lama Boy belum juga mengembalikan sepeda motor korban lalu korban mencoba pergi ke toko mas sampun mapan dan bertanya ke pada satpamnya apa ada orang yang menaiki motor Vario barusan datang kemari dan satpam menjawab tidak ada. "Lalu korban berusaha menghubungi terlapor namun terlapor sudah tidak bisa dihubungi," paparnya

Merasa dirugikan atas kejadian tersebut Selanjutnya Pradibyo melaporkan  ke Polres Tulungagung guna proses hukum lebih lanjut.

Sepeda motor milik Pradibyo berupa Honda Vario AG 3101 RAO warna white blue tahun 2014 dibawa Boy dengan tafsir kerugian sebesar Rp.10.000.000,-(sepuluh juta rupiah)