Di sungai inilah Asnawi, ditemukan warga sekarat kemudian meninggal dunia  (Agus Salam/Jatim TIMES)

Di sungai inilah Asnawi, ditemukan warga sekarat kemudian meninggal dunia (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

A Yahya


Asnawi (77) ditemukan tenggelam di sungai belakang mini market, jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Selasa (13/11) sekitar pukul 14,30. Korban ditemukan Diniyati Subbhah, karyawan Indomaret saat membuang sampah di belakang mini marketnya.

Muhammad Imron Hardiyanto, salah satu anak buah Diniyati Subbha mengatakan, saat ditemukan pria yang tidak membawa identitas itu, masih hidup. Namun, beberapa saat kemudian, Asnawi sudah tak bernafas. Imron memastikan korban masih hidup, karena ia melihat gelembung air di hidung atau dekat wajah korban.

Lelaki yang masih berseragam Indomaret itu menyebut gelembung air tersebut adalah busa. Melihat ada busa, Imron meninggalkan lokasi kejadian, memanggil warga untuuk meminta tolong. Namun, setelah kembali lagi ke tempat kejadian perkara (TKP) busa yang dilihatnya sudah tidak ada. “Karena masih hidup, saya memanggil warga untuk minta tolong. Setelah kembali, bapak itu sudah meninggal,” ujarnya

Imron tidak turun langsung ke dalam sungai menolong korban, dengan alasan takut. Bahkan korban yang tubuhnya terlentang di dasar sungai, tetap dibiarkan hingga petugas dari Polresta tiba di lokasi kejadian. Imron mengaku tidak kenal dengan korban dan penyebab, hingga Asnawi jatuh ke sungai. “Enggak tahu, orang mana. Selama kerja di sini, saya belum pernah melihat wajahnya,” pungkasnya.

Lantaran korban tidak membawa identitas, tim identifikasi Polresta kemudian memeriksa mata menggunakan alat perekam retina mata. Hasilnya, muncul nama korban Mochammad Ali, warga jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Kata petugas, nama bisa muncul di alat pendeteksi retina mata, kalau yang bersangkutan atau siapa saja, pernah melakukan perekaman E-KTP.

Hanya saja petugas sempat kebingungan, setelah seorang pria mengaku, jika yang meninggal adalah bapaknya. Saat ditanya petugas, pria itu mengaku kalau bapaknya bernama Asnawi, bukan Muhammad Ali seperti hasil identifikasi. Pria tersebut lalu menyerahkan KTP bapaknya, yang memang di KTP-nya bernama Asnawi kepada petugas. “Yang namanya Muhammad Ali itu, saya pak. Kalau nama bapak saya, Asnawi. Ini KTP saya,” ujar M Ali. .

Ia mengaku, saat melakukan perekeman KTP di kantor Kelurahan Mangunharjo, bersama dengan bapaknya. M. Ali mengaku tidak tahu mengapa, namanya tertukar dengan nama bapaknya. Meski nama KTP dan nama hasil identifikasi, petugas tidak mempemasalahkan. Mengingat, alamat keduanya, sama yakni, di Jalan Basuki Rahmat, kelurahan Mangunharjo.

“Bapak tinggal serumah dengan saya. Enggak tahu, kenapa bapak sampai ada di sini. Tidak izin kami kok. Malah, dari pagi kami sempat bingung dan mencari bapak,” pungkas Ali. Jasad Asnawi yang diduga meninggal akibat terpeleset dan jatuh ke sungai yang airnya dangkal itu, kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr Muhammad Salah, sebelum dibawa ke rumah duka.

Kapolsek Mayangan, Kompol Ahmad Firman Wahyudi mengatakan, korban meninggal diduga terpeleset dan jatuh ke sungai. Lantaran sudah tidak kuat lagi akibat usia, Asnawi tidak kuat berdiri untuk menyelamatkan diri. Dan lagi, informasi dari pihak keluarga, kalau korban sudah lama mengidap penyakit pikun. “Saat diperiksa, tidak ada tanda kekerasan. Dan info dari anaknya, yang bersangkutan lupa ingatan,” tandasnya singkat.


End of content

No more pages to load