Petugas kepolisian Polres Malang, saat melakukan olah tempat kejadian perkara di toko milik Dullah. (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Petugas kepolisian Polres Malang, saat melakukan olah tempat kejadian perkara di toko milik Dullah. (Foto : Dokumen MalangTIMES)



Puluhan personel yang tergabung dalam lima tim bentukan Polres Malang sepertinya masih kesulitan mengungkap pelaku perampokan dan pembunuhan  Karim Mullah atau yang akrab disapa Dullah, warga Jalan Segaran Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji, Jumat (2/11).

Meski sudah berjarak sepuluh hari pasca-insiden sadis tersebut, hingga kini  polisi tak kunjung berhasil menangkap pelaku. “Sementara ini masih minim petunjuk. Tim terus melakukan penyelidikan,” tegas Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Dullah  ditemukan tewas mengenaskan di rumah sekaligus toko sembako miliknya, yang berada di Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Jumat (2/11/2018) lalu. Dari hasil otopsi, tim medis menemukan luka parah di bagian kepala pria 58 tahun itu. Sedangkan di leher korban, juga ditemukan adanya bekas luka benda tajam.

Diduga kuat, duda yang selama ini tinggal sendirian itu tewas karena menjadi korban perampokan dan pembunuhan. Selain sepeda motornya dibawa kabur, keterangan beberapa saksi yang dihimpun polisi menyebutkan, saat kejadian berlangsung, korban sempat berteriak minta tolong. Diperkirakan ada  tiga pelaku yang menyatroni toko Dullah.

Bermodalkan dari keterangan dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak empat kali, polisi memburu keberadaan pelaku pembunuhan. Selain menurunkan puluhan personel khusus yang terbagi menjadi lima tim, polisi juga mengumpulkan rekaman closed circuit television (CCTV) yang ada di sekitar lokasi kejadian. “Dari rekaman CCTV yang kami himpun masih belum terlalu kuat. Ini masih terus kamj upayakan,” sambung Adrian.

Pelaku yang melancarkan aksi pembunuhan ini, memang bisa dibilang berpengalaman. Sebab, selain tidak ditemukannya sidik jari di lokasi kejadian, anggota kepolisian juga menduga jika sebelum melancarkan aksi, pelaku sudah melakukan survei di toko korban yang buka nyaris 24 jam tersebut. “Atas dasar inilah, kami menduga jika komplotan di balik perkara pembunuhan merupakan seorang recidivis. Tapi kami masih belum bisa memastikan karena pelaku sementara belum ditemukan,” imbuh Adrian.

Sementara itu, dari pendalaman MalangTIMES, munc dugaan jika motif di balik kasus pembunuhan ini adalah dendam. Sebab, sebelum tinggal sendirian, belakangan diketahui Dullah sempat tinggal bersama seorang laki-laki. “Dulu sempat ada pria yang kos ditempat korban, namun hanya beberapa bulan saja,” kata salah satu saksi kunci yang enggan ditulis namanya ini. 

Indikasi itu semakin menguat ketika ada beberapa tetangga yang sempat mengetahui tiga orang pelaku  kabur sembari membawa sepeda motor Honda Vario nopol N-5215-AA milik korban. Tiga pelaku itu beraksi menggunakan jaket jemper dan penutup wajah. Dua orang bertugas sebagai eksekutor. Sedangkan satu orang lainnya berjaga di depan lokasi kejadian. Mereka mengendarai sepeda motor Satria dengan kenalpot brong.

Terpisah, salah satu tim penyelidikan menuturkan, selain sederet upaya yang telah dilakukan, polisi juga terus mengorek informasi dari kerabat dan orang terdekat Dullah. “Handphone milik korban dibawa anaknya selama tiga bulan sebelum akhirnya kasus pembunuhan terjadi. Jadi, kami agak kesulian mengorek informasi. Semoga tim yang di lapangan segera berhasil mengungkap kasus ini,” ujar salah satu polisi yang berpesan agar tidak ditulis namanya. (*)


End of content

No more pages to load