Petani Kab Blitar mendapat paparan tembakau srintil dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Temanggung.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Petani Kab Blitar mendapat paparan tembakau srintil dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Temanggung.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Sebanyak enam puluh orang petani tembakau asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur, melakukan studi banding ke daerah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (7/11/2018).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan hasil panen tanaman tembakau di Kabupaten Blitar.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Blitar, Wawan Widianto, mengatakan studi banding ini menjadi agenda penting bagi petani tembakau Kabupaten Blitar untuk meningkatkan tanaman tembakau yang ditanam.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Temanggung merupakan daerah yang menjadi pusat tembakau di Indonesia. 

Mendapat julukan Kota Tembakau, Temanggung memiliki tembakau srintil. 

Tembakau ini istimewa, selain memiliki kadar nikotin tinggu  dan berharga fantastis. 

Tembakau srintil juga dikenal punya khasiat menyembuhkan penyakit seperti pusing kepala. 

Tembakau ini hanya bisa ditemukan di wilayah Temanggung dan tidak semua petani bisa menanam tembakau yang menjadi tembakau srintil.

“Ini merupakan salah satu cara kami meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) petani tembakau di Kabupaten Blitar melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pelatihan pengolahan tembakau yang sebelumnya kami laksanakan,” ucap Wawan Widianto.

Dikatakan, pembudidaya tembakau di Blitar cukup banyak. Dan tembakau bukanlah barang asing bagi petani di Kabupaten Blitar diharapkan melalui studi banding ini petani bisa belajar tata cara bercocok tanam tembakau yang baik.

“Dari studi banding ini kita ingin melihat tembakau srintil di Temanggung. Ini tembakau yang diburu oleh pabrik-pabrik rokok besar seperti Gudang Garam, Djarum, dan lainnya. Kita ingin tahu olahan yang diterapkan petani tembakau disini seperti apa,” terangnya.

Pihaknya berharap daristudi banding ini para petani tembakau Kabupaten Blitar nantinya mampu memaksimalkan teknis penanaman tembakau sejak dini sehingga hasil panen yang didapat lebih baik.

“Harapan kami dengan studi banding ini bisa memunculkan inovasi-inovasi dari petani tembakau. Dan tembakau yang dijual memiliki nilai tambah lebih dengan suda diolah. Dalam arti bukan tembakau mentah. Sehingga pendapatan petani akan meningkat.

Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Blitar Wawan Widianto saat memberikan sambutan.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

 

Dalam studi banding ke Kabupaten Temanggung para petani tembakau Kabupaten  Blitar diajak berkunjung ke pusat tembakau di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo. 

Di kegiatan ini petani diberikan paparan materi pendampingan untuk penguatan kelembagaan menuju kelompok tani berprestasi. 

Petani juga diajak melihat langsung proses penanganan panen dan pasca panen tembakau srintil.

Sementara itu Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Temanggung, Untung Prabowo, mengatakan masyarakat Temanggung memang bisa dikatakan sebagai masyarakat tembakau.

“Temanggung ini bisa dikatakan memang cocok untuk tembakau. Tembakau Temanggung memiliki aroma khas. Yang kedua kadar nikotin nya tinggi. Sehingga banyak diburu pabrik rokok besar karena tembakau Temanggung masuk dalam kategori tembakau raja,” katanya.

Dijelaskan, saat ini petani Temanggung tidak hanya mengembangkan komoditas tembakau.

Tapi juga mengembangkan komoditas vanili dan kopi. Tembakau dan kopi menjadi komoditas yang paling pesat perkembangannya.(kmf)