Ilustrasi anak jalanan (istimewa)
Ilustrasi anak jalanan (istimewa)

Dinas Sosial Kota Malang menyebut jika anak jalanan masih diwarnai oleh anak usia sekolah.

Kebanyakan, mereka memutuskan hidup di jalanan dan tidak melanjutkan pendidikannya dengan berbagai alasan. 

Melalui berbagai pendekatan, Dinsos saat ini kembali mengupayakan agar anak-anak tersebut kembali mengenyam pendidikan.

Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Sri Wahyuningtyas menyampaikan, dalam beberapa pengalaman operasi anjal di lapangan, petugas masih menemukan anak-anak dengan usia sekolah. 

Setelah melakukan home visit, petugas mencoba mencari tahu alasan anak-anak tersebut memilih hidup di jalanan dan meninggalkan aktivitas belajar mereka.

"Dan ternyata ada juga yang belum lama ini kami temui, anaknya tidak memiliki orangtua dan hanya hidup dengan kakak dan kakeknya. Sehingga sekitar satu tahun anak tersebut meninggalkan bangku sekolah," katanya pada wartawan belum lama ini.

Lebih jauh dia menjelaskan, Dinsos telah mengupayakan agar anak usia sekolah tersebut kembali mengenyam pendidikan. 

Hasilnya, saat ini sudah ada beberapa yang kembali diterima di sekolahnya. Sehingga diharapkan anak-anak tersebut tidak lagi tertarik untuk menghabiskan waktunya di jalanan. 

Namun kembali bermain dan belajar layaknya anak-anak.

Menurutnya, anak jalanan yang masih berusia sekolah itu kebanyakan ditemukan di area jalan protokol. 

Selain itu mereka juga sering keliling dari kampung ke kampung untuk mengamen dengan alasan memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Kondisi ini tentu menjadi konsentrasi dari Dinsos untuk menekan jumlah anjal yang berasal dari anak-anak.

"Karena mereka itu generasi penerus, maka harus terus diupayakan untuk melanjutkan pendidikannya. Sangat kasihan jika mereka dibiarkan dan dirazia dalam operasi yang sering dilakukan. Maka bukan janya menjaring mereka, kewajiban kami juga mengembalikan hak pendidikan mereka. Selain itu juga memberi pembinaan bagi yang sudah usia bekerja," pungkas perempuan yang akrab disapa Yuyun itu.