Prakiraan cuaca di Malang melalui aplikasi smartphone
Prakiraan cuaca di Malang melalui aplikasi smartphone

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memprediksi wilayah Jawa Timur akan mengalami peningkatan hujan selama beberapa hari ke depan. 

Tanpa kecuali Malang dan Batu yang diperkirakan akan diguyur hujan deras selama tujuh hari ke depan.

Melalui aplikasi prakiraan cuaca, BMKG menyebut, hujan di awal musim masih bersifat lokal dan seringkali disertai angin kencang. 

Cuaca umumnya di Malang dan Batu adalah berawan hingga hujan dengan arah angin dari Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan 05 - 40 km per jam. 

Sedangkan suhu udara berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembapan udara berkisar antara 50 - 94 persen.

Sementata itu, melalui keterangan tertulisnya, Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono R. Prabowo, menjelaskan, dalam tiga hari ke depan konsentrasi curah hujan meluas ke wilayah Jawa. 

Hal itu dikarenakan adanya perlambatan dan area pertemuan angin yang memanjang dari Jawa bagian Timur hingga Barat.

Sehingga meningkatkan kelembapan udara diwilayah Jawa. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode beberapa hari ke depan.

"Bukan hanya Jawa Timur, beberapa daerah di Indonesia juga diprakirakan dengan konsentrasi hujan tinggi seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua," katanya.

Sedangkan untuk potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Enggano-Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali dan Selat Lombok bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.

Lebih lanjut, Prabowo mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Sebab dengan melemahnya aktivitas aliran massa udara kering dari Australia serta terbentuknya area pertemuan angin di wilayah Jawa dan masih adanya pola sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Perairan Barat Sumatera, Kalimantan dan Perairan Kepulauan Natuna membuat curah hujan di wilayah Sumatera dan Kalimantan hingga saat ini masih tinggi intensitasnya, sebagai catatan hujan yang memiliki kisaran lebih dari 20 mm/hari masih berada di wilayah Sumatera, Kalimantan serta Papua.