Kondisi Karim Mullah, korban perampokan dan pembunuhan, sesaat sebelum dievakuasi petugas kepolisian. (Foto : Camat Pakisaji for MalangTIMES)

Kondisi Karim Mullah, korban perampokan dan pembunuhan, sesaat sebelum dievakuasi petugas kepolisian. (Foto : Camat Pakisaji for MalangTIMES)



Kasus perampokam dan pembunuhan Karim Mullah alias Dullah (58), pedagang sekaligus warga  Dusun Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Jumat (2/11/2018) lalu, mulai menunjukkan titik terang. 

Diperkirakan pelaku berjumlah tiga orang. Hal ini senada dengan yang diutarakan beberapa tetangga korban yang ditemui MalangTIMES beberapa waktu lalu. Meski kondisi gelap karena insiden terjadi malam hari, warga sempat melihat ada tiga orang yang menyatroni kediaman korban. 

“Ada tiga orang. Tapi yang masuk ke dalam rumah hanya dua orang. Sisanya berjaga di depan,” ungkap  salah satu saksi kunci yang enggan diterbitkan namanya ini.

Ketika melancarkan aksinya, tiga pelaku sadis itu sempat memadamkan lampu penerangan. Kemudian korban dibawa ke ruang belakang rumah. Diduga kuat, pria 58 tahun itu sempat disekap dan melakukan perlawanan. Terbukti barang di ruangan tempat korban dieksekusi berantakan. 

“Saya mendengar suara (korban) minta tolong seperti nada orang dibungkam mulutnya. Tapi istri saya melarang untuk keluar rumah,” ujar salah satu saksi.

Dia menambahkan, ketiga pelaku tersebut datang ke lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor yang diduga berjenis Suzuki Satria FU dengan kenalpot brong. Ketiganya juga mengenakan jaket jumper serta penutup wajah. “Setahu saya seperti itu, beberapa warga juga sempat melihat mereka (tiga pelaku),” imbuhnya.

Disinyalir, ketiga orang pelaku sempat menyurvei lokasi kejadian selama beberapa hari sebelum akhirnya melancarkan aksi. Sebab, dari keterangan beberapa warga, sebelum kejadian, sempat ada orang asing yang nongkrong sambil mengamati toko sembako milik Dullah. Warga yang curiga sempat menginggatkan korban untuk menutup tokonya lebih awal. Sebab, kesehariannya korban membuka toko nyaris 24 jam, yakni pukul 08.00 pagi hingga 03.00 dini hari. Namun korban yang tinggal sendirian itu memilih menolak saran dari tetangganya dan tetap berjualan hingga larut malam.

Belakangan juga diketahui, bukan kali pertama ini Dullah jadi sasaran penjahat. Sebelumnya, korban juga berkali-kali  menjadi sasaran pencurian.  Tabung gas elpiji serta beberapa sembako pernah dicuri.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda membenarkan dugaan pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang tersebut. Mempertimbangkan cara pelaku melancarkan aksinya yang begitu rapi, diperkirakan mereka bukanlah orang baru. “Kemungkinan mereka (pelaku) merupakan recidivis,” ucapnya.

Diduga kuat para pelaku kabur menuju Kabupaten Malang sebelah timur. “Dugaan sementara pelaku merupakan warga Kecamatan Tajinan. Ini masih kami dalami. Tim belum berani memastikan,” terang salah satu anggota kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Namun, ketika dikonfirmasi kepada sumber resmi Polres Malang. kasatreskrim hingga Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung enggan berkomentar. Hingga berita ini ditulis, keduanya memilih bungkam meski sempat ditelepon dan dikirimi pesan melalui WhatsApp. (*)


 

 

 


End of content

No more pages to load