Anggota Polres Malang saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi terbunuhnya Mullah yang diduga menjadi korban perampokan dan pembunuhan di Kecamatan Pakisaji. (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Anggota Polres Malang saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi terbunuhnya Mullah yang diduga menjadi korban perampokan dan pembunuhan di Kecamatan Pakisaji. (Foto : Dokumen MalangTIMES)



Kematian mengenaskan yang dialami Karim Mullah atau  Dullah, warga Dusun Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, di tokonya Jumat (2/11/2018) lalu masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga kini, tim gabungan Polres Malang dan Polsek Pakisaji terus berupaya menguak siapa pelakunya.

Polisi sudah melakukan  olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi Dullah terbunuh. Yakni di tokonya di Dusun Segaran, Desa Kendalpayak. Selain itu, polisi meminta keterangan dari pihak RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar)  yang melakukan otopsi soal seputar  kematian Dullah.

Salah satu tim medis RSSA Malang menjelaskan, korban berusia  58 tahun itu mengalami penganiayaan berat. Beberapa luka hantaman ditemukan tim medis di bagian kepala korban. 

Bagian mata Dullah mengalami luka lebam. Selain itu, bagian tengkorak kepala korban nyaris remuk. 

“Ada luka hantaman benda tumpul di kepala. Sedangkan di leher terdapat dua luka benda tajam, yakni tusukan di leher sebelah kanan dan bacokan di tengkuk leher. Luka bekas benda tajam itu memiliki lebar sekitar 5 sentimeter, panjang 10 sentimeter, dan kedalaman 3 sentimeter,” tutur salah seorang tim medis yang enggan ditulis namanya.

Polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi. “Sedikitnya ada sekitar tiga saksi yang sudah kami mintai keterangan. Ketiganya merupakan tetangga korban,” kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda kepada MalangTIMES, Minggu (4/11/2018).

Adrian menambahkan, hingga kini sedikitnya sudah empat kali olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan. Dua kali dilakukan langsung pasca-insiden Jumat lalu. Sedangkan dua sisanya  dilakukan Sabtu (3/11/2018) lalu. 

"Guna mengungkap kasus ini, lima tim gabungan dari Polres Malang dan Polsek Pakisaji sudah kami bentuk,” imbuh pria dengan tiga balok di bahu itu.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung tidak memungkiri jika personel yang dikerahkan harus bekerja keras guna mengungkap insiden itu. Dia berdalih, kejadian yang terjadi saat malam hari membuat polisi kesusahan menggali keterangan saksi.

Selain minimnya kesaksian para tetangga korban,  polisi juga mendapatkan beberapa kesulitan guna mengungkap dalang pembunuhan. Sebab, nyaris tidak ada sidik jari pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian.

 “Diduga kuat pelaku yang lebih dari satu orang itu menggunakan sarung tangan ketika beraksi. Selain menggali keterangan dari saksi, kami juga mencari dan mempelajari rekaman closed circuit television (CCTV) yang berada di radius sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian. Sebab, di  daerah toko yang berada di Dusun Segaran tidak kami temukan CCTV,” ujar Ujung. (*)

 


End of content

No more pages to load