Korban ditutup koran setelah di ketahui tewas Tersambar KA di Gilang / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

Korban ditutup koran setelah di ketahui tewas Tersambar KA di Gilang / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES


Editor

Heryanto


Kejadian kecelakaan kembali terjadi di Ngunut Kabupaten Tulungagung dan menyebabkan satu orang tewas. Kejadian ini melibatkan kereta api dan becak yang menyeberang rel.

"Terjadi kecelakaan di wilayah Ngunut antara kereta api dan becak," kata Kasat lantas Polres Tulungagung melalui Kanit Laka Ipda Dion Fitrianto Sabtu (3/11) pagi

Kecelakaan terjadi tepatnya di Jalan Raya masuk masuk Desa Gilang Kecamatan Ngunut. Dion mengungkapkan kronologi kejadian, semula Kereta Api Brantas Nomor Kereta 176 berjalan dari arah barat menuju ke timur.

"Sedangan becak berjalan menyeberang rel kereta api dari arah selatan menuju ke arah utara. Sesampainya di TKP oleh karena pengayuh becak saat berjalan kurang konsentrasi sehinga ada kereta api yang melaju dari barat menuju ke arah timur dan terjadi tabrakan," ungkap Dion

Dari olah TKP pihak kepolisian, Masinis KA 176 Brantas jurusan pasar senen Blitar atas nama Eko Andrianto tercatat sebagai masukin DAOPS 7 wilayah Madiun. Sedangkan Pengayuh becak diketahui bernama Karmi (80) warga dusun Gilang RT 01 RW 02 Kecamatan Ngunut. "Pengemudi becak meninggal dunia di tempat," paparnya

Sementara itu, Kepala Desa Hilang Bambang Prastyo membenarkan jika warganya yang bernama Karmi yang menjadi korban. Karmi sendiri merupakan penjual soto yang tiap hari mangkal di seputaran eks pabrik kunir. 

"Dia penjual soto, rumahnya tidak jauh dari warung. Tiap hari membawa becak untuk mengangkat barang dagangan yang akan dijual itu,"pungkasnya.


End of content

No more pages to load