Kapolres Jember AKBP Kusworo didampingi tim Saber Pungli Jember saat menggelar press release terkait penetapan tersangka OTT di Dispendukcapil. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Kapolres Jember AKBP Kusworo didampingi tim Saber Pungli Jember saat menggelar press release terkait penetapan tersangka OTT di Dispendukcapil. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Dua hari pasca-operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim Saber Pungli pada Rabu (31/10/2018) malam, akhirnya Polres Jember menetapkan dua tersangka. Masing-masing kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta seorang lagi dengan inisial KDR, salah satu warga sipil selaku pengepul pemohon e KTP.

"Hari ini Polres Jember berhasil menetapkan tersangka kasus OTT di dispendukcapil Pemkab Jember dari 20 saksi yang sudah kami periksa. Dua orang kami jadikan tersangka yaitu kepala Dinas dan seorang lagi berinisial K. K adalah warga sipil yang berperan sebagai pengepul pemohon e KTP," ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH SIK.

Menurut kapolres, penetapan dua tersangka ini setelah pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan serta beberapa alat bukti. Meski demikian, kapolres mengatakan kemungkinan masih ada tersangka tambahan.

"Dari dua tersangka yang sudah kami tetapkan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru, tergantung pemeriksaan berikutnya, karena kami masih mendalami siapa saja yang menikmati aliran dana pungli tersebut," beber kapolres.

Kapolres juga mengungkapkan kronologi pelaku dalam melakukan aksinya. Haitu pelaku memanfaatkan antusias warga yang sedang mengurus adminduk. Dengan dibuat seolah olah mengurus adminduk sulit dan lama, tersangka K menawarkan kepada warga untuk menggunakan jalur cepat namun harus membayar sejumlah uang.

"Jadi K ini memanfaatkan situasi di mana warga berdesakan dalam mengurus adminduknya. Kemudian tersangka K berkoordinasi dengan beberapa petugas adminduk, termasuk dengan kepala dinas dengan membuat se olah olah mengurus adminduk sulit, terus K menawarkan kepada warga yang ingin mengurus adminduk lewat jalur cepat dengan membayar sejumlah uang yang bervariasi," beber kapolres.

Dalam sehari, pelaku paling sedikit bisa meraup uang senilai 1 juta lebih, bahkan dari pengakuannya, pelaku juga pernah mendapat keuntungan dalam melakukan pungli sebesar 9 juta dalam sehari. 
"Jadi keuntungan dari melakukan pungli, tersangka K melaporkan ke Kepala Dispenduk serta menyerahkan uangnya, bahkan saat OTT kemarin tim saber pungli menyita barang bukti uang dengan nilai 10 juta di tangan Kadispenduk," ujar kapolres.

Dengan penetapan jepala Dispendukcapil sebagai tersangka, kapolres langsung berkoordinasi dengan bupati untuk segera mengangkat plt. hal ini bertujuan agar layanan kepada masyarakat yang mengurus adminduknya tidak terganggu. "Dengan ditetapkannya Kadispenduk, kami dari Polres Jember sudah berkoordinasi dengan ibu Bupati untuk mengkat plt agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu," ucap kapolres.

Sementara Bupati Jember dr Hj Faida MMR mempersilahan tim saber pungli memeriksa siapa saja yang terlibat. Bahkan bupati dengan tegas menyatakan bahwa pelaku pungli adalah pengkhianat negeri harus dihabisi. Bahkan kepada pejabat dan PNS yang terlibat, bupati tidak segan segan untuk mencopot jabatannya hingga pemecatan.

"Pelaku pungli adalah pengkhianat. Bukan hanya kepada bupati, tapi juga kepada negeri. Jadi, harus dihabisi, berkali kali saya menyampaikan agar tidak ada pungli di dalam pemerintahannya, bahkan untuk menghindari adanya pungli, kami sudah berkali kali melakukan rotasi pejabat, hal ini semata mata untuk menghapus pungli," tegas bupati.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Saber Pungli Jember Rabu (31/10/2018) malam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Dispendukcapil. Dalam OTT ini, 4 pejabat di lingkungan Dispenduk diamankan di Mapolres Jember serta seorang warga Sipil yang menjadi pengepul pemohon e KTP, OTT ini, tim saber pungli berhasil menyita uang senilai 10 juta dari tangan kadispendukcapil Jember. (*)